Showing posts with label Thriller. Show all posts
Showing posts with label Thriller. Show all posts

Thursday, October 11, 2012

DARK RAINY DAY



The first day at school. she sitting down at the second rows. She starring at the Whiteboard. 
"WELCOME TO YOUR NEW CLASS" 
     Hope you can be adapted easily,
MRS. NANAJIMA KAORU, your homeroom.

"...." She gaping.

"Morning???! Eih? Someone was already come to the class?"
A Red eyed girl shouting from the door.

"Umm.. Yeah.."
Another girl said a words.

"...." but she still didn't answer it at all.

"Hello.. are you new here...?" A red eyed girl ask her.

".. Yes.. I mean... i am new here..."

"So.. what's your name?"

"Yuuki. Nana Yuuki" 

"Yuuki-san..? what a cute name... can i call you Yuu-chan?"

"Hmm.. you could"

"Hello Yuuki-san.. my name is Tanaka Aori. you can call me Ri.."

"Ri... -chan?" Yuuki answered it slowly.

"Yes.. i was really happy to gain some friends...! " She smiled.


"Hello Yuuki. Nice to meet you. i am Okayama Zetto. mm.. Zetto is my family genus.. maybe you can call me Oka or Yama" that another girl tell her name.

"Hello... Kaa-chan.. nice to meet you too."
Zetto smiled happily.

Then that class long after the bell ringing was already fulfilled with a lot of students. then, Mrs. Nanajima came to the class with 2 person. boy and girl. the boy was very handsome. and the girl was very cute.

"Hello.. Class... How did you spent your day with your new friend?"

"Hello.. Ma'am... Really it's finee...!!!" All class answered it loudly.

"Hmm.. fine that... oh yeah,, my name is Nanajima Kaoru. you can call me Mrs. Kaoru. and i bring 2 person that will be help you to know all-about this school.. they were an Student Council candidates. They will tell theirself to all of you.. then,.." While look at her watch "Oh No! i must go to the another class...Okay. maybe that's it. Have a well day!" Run and vanished.

"Okayy... How are you class?" 

"Fine.."

"Okay.. now we will tell you who we are..."

"My Name is Saki Takamio you can call me Saki. i am the Vice-Student Council's candidates number 1.."

"My name is Hirohito Taki . i am 16th years old i am a vice-Student Council's candidates number 3."

"..." All silent.

"Okay the Opening of the reception event will be start about a minute, just go downstairs immidately." Hiro speak flatly.

"Okay."

Then All of the students go downstairs. Hurriedly. but. OUCH! Aori hit by someone. 

"Sorry.. girl." That is a boy. 

"Wait.. are you Akihiko Mamoru?"

"Yes. i am. are you a new student here?"

"Ye...yes.." Aori blushed. 

"So. good luck with that.. :)"

"He... heeh!!! I WILL" she shy and blushed again because Mamoru-kun smile.

Mamoru slipped his eyes to Yuuki. and smiled tenderly. 

"Hello.. how are you?"

"Hello Mamoru-san. I do well.." Yuuki smiled. very cute.

Mamoru blushed then switch his head to the another side. the write something.

"Justtt... Read this and meet me on the 3rd floor. Okay"

"Okay.."

Aori see that. she was a little bit jealous.

"C'mon Yuuki!" Aori pulled Yuuki's hand too hard.

"Arg! Slowly please.. Ri-chan... i can walk by myself anyway..." Yuuki holding her hurting hands softly.

"Fine with That!!!!!" Aori was very angry.

"Aori?!" Yuuki yelled.

Aori vanished at the crowd.

At the Line of the ceremony, Aori was there with a little red face 'cause she was cried.

"Aori. did you angry with me?"

"...." 

"Aori?"

",... just.. just shut up! i don't want to hear anything from your mouth!"

"O.. okay then..."

At the long time of the ceremony. Yuuki remembered the paper that given at the crowd by Mamoru-san.

She opened it and find a word. 

I just fall in love by your smile! just answer me. wanna be my girl or no?

Oh no! Mamoru just confessing his love to Yuuki. Yuuki was like Mamoru too, but.. How about Aori?
she confused. 

after the ceremony she didn't came to the third floor. maybe mamoru was waiting for her, but she didn't care. 

Then,, Rain come. Aori is not here. Yuuki thought. 

"Maybe i should check her to the toilets."

in front of the toilets.

"Yuuki."

"Hah? Aori-san" she switched her body immidately.

"No. this is me. "

"Mamoru.. sorry i cannot accept it."

"Why?"

"I just cannot love the person thet my bestfriend loved..."

"Who?"

"Aori."

Meanwhile, Aori appear. with an angry face.

"Why did you tell him?!" 

"No.. i do not mean to do that!"

"Then what?!" Aori brings a KNIFE! 

"Aori! what did you wanna do?!"

"You have to know it now!"

"Aori.. I'm sorry but can you just please..... forgive me?" Yuuki cried.

"NO!" then Aori swing that kife to Yuuki's body. but. no. Yuuki didn't feel any pain.

Mamoru's body was full of blood but he smiled at Yuuki.
Aori Shivered then put that knife down.

"Ma.. mamoru?!" Yuuki cried.

"I love you.."

"No! No way!! Mamoruuuu!!!!" Aori screaming then holding mamoru's body tightly. that screaming voice was heard by all of the nearly student. the came to the palce where mamoru was killed. then screaming too. 

The teacher was called. then screaming. " AMBULANCE! NOW! " (:o)
but. Mamoru was not alive. he's DEAD! 

            ---------------------------------------------------------------------------------------

after that Yuuki and Aori was investigated then after it. Aouri confess that she was the murderer of Mamoru.

Then. Yuuki was a little bit scared and stressed at Mamoru's Funeral.

Mamoru's mom was really sad. but. after the end of the funeral Yuuki still stressed. then Mamoru's mom give Yuuki a bracelet that made by a special person that Mamoru's order that person to made a bracelet that made by a special stone. then, Yuuki wear it. and she feels a little bit well now. then That's the ending of all of that incident. 

Aori? 
Aori was at the jail now. she is crazy and always said " I LOVE YOU MAMORU "


~The End~

Thursday, April 26, 2012

STORY 20

Don't Try at Home!

"Tidaaakkk!!"
BRUK!

Seketika itu, Mama, Papa dan Aku.. Rinsha, langsung keluar dari kursi makan kami, menuju lantai 2 Rumah Kami. pertama, Aku dulu yang berlari menuju kamar adikku, Evil, maksudku, Evilia. Dia adalah anak yang tidak dapat dipungkiri lagi kenakalannya, terkenal di Seantero Sekolahku dan dia, di Rumah Keluarga, dimana pun dia ada. 

Namun, saat sudah sampai di depan Kamar Evilia, aku berhenti sejenak sambil berpikir, Huh! pasti Evilia hanya pura-pura saja. nanti, pasti kami dikagetkan lagi olehnya! Biar saja, deh!.
"Rinsha? Kenapa kamu diam saja? ayo! lekas lihat adikmu! apakah dia baik-baik saja?" tegur Mama.
"Iya, Rin, dia kan adikmu, kalau ada sesuatu, gimana?" Sambung ayah.
"Sudahlah, ma, pa. Dia itu palingan cuman ingin bohong sama kita..! gak usah dipercaya!" Bantahku.
"HUSH!" bentak mereka.

Sejenak kami diam. dari pintu, kudengar lagi ada suara sayup-sayup menangis. tapi, tunggu! itu suara Evilia! langsung aku masuk dan melihat kalau tempat tidur Evilia sangat berantakan, dan, tidak ada Evilia!

"Evil? jangan main-main, dong! awas saja kalau sampai kau kagetkan kami, tak akan ada ampun..!!"
Teriakku,

Sesaat setelah itu, Evil keluar dengan bonekanya, boneka yang sangat menyeramkan, dan rasanya, ingin aku buang boneka itu, dia berjalan gontai ke arah kami, selangkah dia maju, selangkah pula, aku mundur, dalam pikiranku, aku harus membunuh boneka sial itu bagaimanapun caranya. aku takut kalau boneka itu sampai merasuki kami semua satu persatu.

"Hahahahahahahahaaahh... ahahahahahha...!!!" Evil tertawa.
Mama dan Papa ternyata masih sama seperti dulu, hanya curiga, kalau aku, melangkah keluar kamar.

"Haha.. Kak? Kak Rinsha? sini, dong!"
"Ha? mau apa lagi, nih!" aku melempari boneka yang sedang dipeluknya Ayat Al-quran yang ditulis di kertas yang kulempar, seketika, bagian boneka itu mencair,Evil langsung melempar boneka itu dan berlari keluar kamar, menangis.

karena aku gak tegaaa... aku juga berlari mengikuti Evil. aku membujuk Evil agar tak menangis tapi Evil masih sangat takut, aku pun memberinya boneka kelinci baru yang lucu, dia langsung tertawa lagi. 

Namun, ada kejadian aneh setiap malam, yaitu, boneka itu selalu mengetuk jendela kamar Evil, sehingga membuat Evil ketakutan dan aku pun terpaksa membawa Evil ke kamarku, mulai malam itu, Evil selalu tidur bersamakku, kamar Evil yang berantakan dan sangat gelap itu pun ditetapkan kami sebagai 'Kamar Kosong' +Berhantu. 

Mulai Hari itu kejadia aneh terus bermunculan, mulai dari barang-barang berharga yang pecah sampai kami yang terkena musibah akibat boneka itu. Karena kayaknya level Setan boneka Evil sudah tinggi, kami pun menghancurkan kamar Evil, namun saat boneka itu dibakar, boneka itu malah tersenyum kepada yang membakarnya, lalu, langsung melompat menuju wajah siapapun yang ada di dekat situ, saat mengahancurkan kamar Evil, banyak sekali pekerja yang luka-luka, sekitar 7 orang dan yang meninggal sekitar 2 orang. 

Boneka Evil pun merasuki salah satu pekerja dan mengatakan bahwa Evil harus tidur dengan boneka itu, dan tidur di Kamarnya tanpa barang sebuah pun, lantai dan seluruh bagian ruangan harus berwarna hitam dan lampu merah satu di sudut ruangan.

Evil hanya menangis ketakutan, Ya iyalah! dia masih berusia 8 tahun! lalu, Evil hanya meminta maaf kepada boneka itu. namun, boneka itu, tak mau memaafkan Evil, karena kesal, aku hanya menyuruh boneka itu kembali lagi ke tubuhnya, lalu masuk ke dalam kotak kaca, yang di dalamnya sudah penuh dengan ayat ayat Al-Qur'an. saat masuk ke kotak itu selangkah, aku langsung mendorongnya masuk sehingga dia berteriak minta tolong, percuma, aku sudah menguncikannya dan kaca itu aku beli dengan sangat mahal sehingga tidak bisa pecah walau dengan teriakannya yang sangat menyayat hati, dan menulikan telinga. dia langsung terbakar dan berubah menjadi kertas, Hilang, dan kami pun tentram pada akhirnya.

~The End~


Tuesday, April 3, 2012

STORY 19


13 Days After
"Livia! Ayo! cepat, sayang!" Panggil seseorang dengan suara yang lemah lembut, familiar buatku, Mama.
"Iya, Ma... ini aku juga sedang memakai sepatu!" Jawabku.
"Ok, Mama tunggu di Mobil, ya!''
"OK!" Teriakku.

Sekali lagi, menyimpulkan tali sepatuku.. dan.. Ya! selesai, sekali lagi aku berkaca, menatap wajah dan seragamku, rambutku dikuncir setengah, rapi sekali. terjuntai sampai pinggang. Ikat Rambut berwarna Orange, seragam putih-biru yang sangat bagus. ya. Perfect , pikirku.

Tin! Tin! Suara Klakson mobil Mama, mobil kesayangannya,  Aston Martin One-77. dia dapatkan dari 

Daddy, saat ulang tahun perkawinan mereka. Aku pun bergegas menuju lantai dasar. berlari menuju mobil.
"Livia! kamu ini bagaimana, sih? lihat! sudah jam berapa, ini?!"
Aku hanya diam.

Sesampainya di sekolah, aku langsung menuju kelas, aku datang di urutan ke-2. yang pertama adalah Ray, pacarnya Tessa sahabatku.
"Hei, Ray" Sapaku.
"..."
"Sombong banget, sih!" kesalku sambil berjalan cepat, tak kusadari ada air di dekatku, di depan Ray, aku pun terpeleset. AW! Malu Sekali, Ray langsung menangkapku. aku sama sekali tidak bisa sadar diri, dan itu benar-benar Romantic. Dan tanpa disadari, Tessa sudah ada di depanku dan Ray bersama.

"Kalian, sedang apa?"
"ti.. tidakk. Tessa.. kumohon, ini bukan seperti yang kamu bayangkann" selaku sambil Ray melepaskan tangannya dariku.
"Sudahlah, Livia.."
Tessa pun pergi berlari, dan bodohnya aku dan Ray tidak mengejarnya. dia pun menangis dan menceritakan semuanya kepada teman-temanku, sepulangnya dari sekolah, teman-teman menahanku. dan langsung menarik rambutku dengan kasar.
"Hei! bocah genit! tega sekali, kamu mengambil Ray dari Tessa!"
"Teman-teman, ini tidak seperti yang kalian bayangkan!!"
"DIA BOHONG!" Tiba-tiba Tessa muncul.
"Tessa? jadi, kamu yang menyuruh mereka?" jawabku tak percaya.
"YA! dan aku tak akan memaafkanmu, dasar Genit!"
"Jadi.. Tessa, mau kami apakan dia?" Tanya teman-temanku,
"Cekik dan lempar dia ke sudut meja!"
"Baik!"

Seketika itu, Aku sedang di ceking dan tanganku disayat, sakit sekali, dan sangat berpas-pasan, mereka tidak menutup pintu, Ray dan Mama! Mereka melihatku sedang di Bully,

"SESA!!" Teriak Mama panik melihatku sudah berlumuran darah dan membiru.
"Apa yang kalian lakukan? Tessa?" Ray terkejut melihat Tessa.
"Mama..? Ray..? tolong aku.." isakku.

Mama langsung membawaku, dan Ray langsung membantuku. sementara, Tessa dan teman-, kabur.

Aku di Rawat di Rumah Sakit. selama 1 bulan aku dirawat di sana. Mama yang tidak terima atas perlakuan Tessa dan Kawannya, melaporkan ini ke pihak kepolisian dan Sekolah. mereka pun ditahan selama 6 bln karena kekerasan dengan dikeluarkan dari sekolah. sebenarnya, aku tahu, Tessa tidak bermaksud melakukannya, tapi, Mama sangat Tegas. ia tetap tidak ingin membebaskan Tessa dan Kawannya keluar dari penjara walaupun aku yang memohon. Daddy juga sangat Marah kepada mereka setelah mengetahui hal ini dari Mama.

Setelah Sebulan, aku kembali bersekolah seperti biasa, semua orang berkata kalau mereka itu mencemaskanku. aku pun menenangkan mereka dengan berkata bahwa aku baik-baik saja.

Tiba-tiba, saat aku sedang sendirian di Rumah, aku langsung sesak nafas, Mama sangat panik, lalu langsung menelpon Daddy. Daddy pun pulang dan langsung membawaku menuju RS terdekat. di Sana, aku langsung diperiksa dan di Check di Laboratorium. Hasilnya? hanya ibuku yang tahu.

Setelah Mereka,(Dokter, Daddy, and Mama) selesai mengobrol soal penyakitku, Mama pun menyarankan agar aku Home-Schooling saja. tapi, aku menolaknya dan berkata, "Untuk apa?" tapi, mereka tak bisa menjawab. Setelah 10 Hari aku Opname, aku semakin tidak karuan saja, Sekarang, Dadaku benar-benar sakit! Aku merasakan ada sesuatu yang menyumbat paru-paruku, aku pun pingsan, dan langsung dibawa ke RS Internasional, di sana, aku Koma, lalu setelah hari ke 12, aku merasa kalau ajalku sudah dekat dan akhirnya, Mama dan Dokter memberitaukan soal penyakitku, aku terkena Kanker Paru yang sudah Stadium 4! aku sangat terkejut, dan Doker memvonisku, bahwa, sisa hidupku hanya 1X24 Jam Saja! saat itu juga Mama menangis sangat kencang yang melihatku, putrinya sudah tidak berdaya dengan berbagai selang sebagai penyambung hidup melilit jaringan tubuhku. Aku hanya bisa tegar. Waktu menunjukkan puku 22.00, waktuku tinggal 2 jam, dan kurasakan itu, tubuhku bergetar tak karuan, dengan sakit yang luar biasa pada Paru-Paruku, Sesak Nafas kualami, Mama hanya bisa berdoa semoga aku tidak diambil oleh-Nya. namun, apa yang mau dikata apabila takdir menjemputku. tepat pukl 00.01, tepat di Hari ke-14 di Bulan April, Ulang tahunku yang ke 13, Gadtorade  menunjukkan garis lurus.

Sunday, February 12, 2012

STORY 3

Maafkan Diane, Ayah.
Ya, seorang anak kecil duduk dengan perasaan yang sangat senang, menunggu datangnya hari itu. Hari dimana ia mendapatkan seorang ibu baru yang sudah lama ia nanti. Diane, sebut saja nama anak itu Diane, Diane sekarang sudah duduk di kelas 4 SD, sejak kematian ibunya 3 tahun yang lalu, Diane merasa kalau dia sangat kesepian, ayahnya adalah seorang direktur perusahaan terkenal di kotanya, Kingsword. Saat ini, Diane sedang menuju Witney, suatu kota dekat Kingsword, Diane sudah sering mampir kesini.
"Nona, sebentar lagi kita akan sampai, silahkan bersiap menemui Nyonya Klaireen" kata supir pribadinya.
"Baik pak Vie"

Diane sampai! dia melihat kembali, tidak! sekali lagi, tempat yang akan jadi rumahnya ini sudah jadi sebuah desa yang miskin, kering.
"Pak, apa kita tidak salah masuk? ini bukan rumah Ibuku! disini kan penuh dengan sawah hijau yang luas dengan penduduk yang ramai dan ramah!!" Tanya Diane tak yakin.
"nona, inilah Witney, sekarang bergegaslah, rumah nyonya Klaireen tak berubah sepertinya, masih saja ada di sini. Lihat! ini dia rumahnya, Witney 2010.. ya! ini, tetapi, mana penduduk kota ini, ya? biar saya Cek dulu!" kata Pak Vie.
"terima kasih, Pak Vie"
"Iya, nona"

Setelah 30 menit, Pak Vie kembali dengan tergesa-gesa.
"ada apa pak? kenapa? apakah ada sesuatu?"
"ya, di dalam saya temukan barang - barang yang sudah sangat rusak! parah sekali, dan sepertinya sama halnya dengan Penduduk lainnya"
"Apa?!" Diane kaget.
"Ya, jadi sebaiknya kita pulang dulu, nona."
"Baik pak, ayo kita pulang" Jawab Diane kecewa.

Segera Diane mengambil ponsel dari kantong bajunya dan menelpon ayahnya, Mr. Hahn.
"Ayah? ini aku Diane!"
"Ya, sayang, Ayah bisa dengar suaramu! bagaimana disana? baik - baik saja kan?"
"Tidak! semuanya hilang! aku sedih sekali, ternyata tidak ada sama sekali kehidupan di sana!"
"Bagaimana bisa" 
"Aku tak tahu."
"Kalau begitu, ayah akan cari tahu, Bye, Darling"
"Bye Daddy"

Setelah itu Diane mulai senang karena ayahnya akan mencarikannya berita tentang Witney. setelah dicari -cari, ternyata Witney baru saja terkena badai Gurun. semua penduduknya tidak ada yang selamat. Sekejap itu, Diane sedih sekali. ibu yang akan menidurkannya dengan dongeng tidur sudah lenyap.

Semenjak Hari itu, Diane mulai mencari di Internet tentang Ibu yang baik. Ia dapatkan sesuatu. dia cari alamat ibu itu, lalu memutuskan untuk mengirim alamat ibu itu ke kantor ayahnya.
Ayahnya pun menerimanya. dia tahu, yang mengirim surat ini bukan dari seorang yang menjabat sebagai direktur, melainkan putrinya sendiri, Diane.

Agar Diane tak kecewa, ayahnya memutuskan untuk mencari tahu alamat rumah itu, dia pun sampai sesuai dengan alamat Rumah yang disuratkan oleh putrinya itu.

Sesampainya di depan rumah itu, dia mencium rumah itu dengan bau bangkai. tapi, ia tetap masuk ke dalam rumah itu, tanpa pengawalan. Rumah itu lembab, gelap.

Saat itu Diane salah klik, dia mengklik 'nama Daftar Ibu Buronan RSJ'. dia secepat mungkin menelpon ayahnya, namun apa mau dikata, ayahnya meninggalkan telepon genggamnya di mobil, saat itu, pintu terbuka sendiri, dia memberi salam tapi, apa yang ia temui? wanita yang tertidur dgn bangkai manusia.

secepat mungkin ia berjalan keluar, kembali. tapi, Wanita  itu mengejarnya! menusuknya dengan celurit, dan memakannya! Hiiiii!!!!

dan ayahnya pun, Hilang.

~The End~