Showing posts with label Romance. Show all posts
Showing posts with label Romance. Show all posts

Wednesday, January 23, 2013

Thursday, October 11, 2012

DARK RAINY DAY



The first day at school. she sitting down at the second rows. She starring at the Whiteboard. 
"WELCOME TO YOUR NEW CLASS" 
     Hope you can be adapted easily,
MRS. NANAJIMA KAORU, your homeroom.

"...." She gaping.

"Morning???! Eih? Someone was already come to the class?"
A Red eyed girl shouting from the door.

"Umm.. Yeah.."
Another girl said a words.

"...." but she still didn't answer it at all.

"Hello.. are you new here...?" A red eyed girl ask her.

".. Yes.. I mean... i am new here..."

"So.. what's your name?"

"Yuuki. Nana Yuuki" 

"Yuuki-san..? what a cute name... can i call you Yuu-chan?"

"Hmm.. you could"

"Hello Yuuki-san.. my name is Tanaka Aori. you can call me Ri.."

"Ri... -chan?" Yuuki answered it slowly.

"Yes.. i was really happy to gain some friends...! " She smiled.


"Hello Yuuki. Nice to meet you. i am Okayama Zetto. mm.. Zetto is my family genus.. maybe you can call me Oka or Yama" that another girl tell her name.

"Hello... Kaa-chan.. nice to meet you too."
Zetto smiled happily.

Then that class long after the bell ringing was already fulfilled with a lot of students. then, Mrs. Nanajima came to the class with 2 person. boy and girl. the boy was very handsome. and the girl was very cute.

"Hello.. Class... How did you spent your day with your new friend?"

"Hello.. Ma'am... Really it's finee...!!!" All class answered it loudly.

"Hmm.. fine that... oh yeah,, my name is Nanajima Kaoru. you can call me Mrs. Kaoru. and i bring 2 person that will be help you to know all-about this school.. they were an Student Council candidates. They will tell theirself to all of you.. then,.." While look at her watch "Oh No! i must go to the another class...Okay. maybe that's it. Have a well day!" Run and vanished.

"Okayy... How are you class?" 

"Fine.."

"Okay.. now we will tell you who we are..."

"My Name is Saki Takamio you can call me Saki. i am the Vice-Student Council's candidates number 1.."

"My name is Hirohito Taki . i am 16th years old i am a vice-Student Council's candidates number 3."

"..." All silent.

"Okay the Opening of the reception event will be start about a minute, just go downstairs immidately." Hiro speak flatly.

"Okay."

Then All of the students go downstairs. Hurriedly. but. OUCH! Aori hit by someone. 

"Sorry.. girl." That is a boy. 

"Wait.. are you Akihiko Mamoru?"

"Yes. i am. are you a new student here?"

"Ye...yes.." Aori blushed. 

"So. good luck with that.. :)"

"He... heeh!!! I WILL" she shy and blushed again because Mamoru-kun smile.

Mamoru slipped his eyes to Yuuki. and smiled tenderly. 

"Hello.. how are you?"

"Hello Mamoru-san. I do well.." Yuuki smiled. very cute.

Mamoru blushed then switch his head to the another side. the write something.

"Justtt... Read this and meet me on the 3rd floor. Okay"

"Okay.."

Aori see that. she was a little bit jealous.

"C'mon Yuuki!" Aori pulled Yuuki's hand too hard.

"Arg! Slowly please.. Ri-chan... i can walk by myself anyway..." Yuuki holding her hurting hands softly.

"Fine with That!!!!!" Aori was very angry.

"Aori?!" Yuuki yelled.

Aori vanished at the crowd.

At the Line of the ceremony, Aori was there with a little red face 'cause she was cried.

"Aori. did you angry with me?"

"...." 

"Aori?"

",... just.. just shut up! i don't want to hear anything from your mouth!"

"O.. okay then..."

At the long time of the ceremony. Yuuki remembered the paper that given at the crowd by Mamoru-san.

She opened it and find a word. 

I just fall in love by your smile! just answer me. wanna be my girl or no?

Oh no! Mamoru just confessing his love to Yuuki. Yuuki was like Mamoru too, but.. How about Aori?
she confused. 

after the ceremony she didn't came to the third floor. maybe mamoru was waiting for her, but she didn't care. 

Then,, Rain come. Aori is not here. Yuuki thought. 

"Maybe i should check her to the toilets."

in front of the toilets.

"Yuuki."

"Hah? Aori-san" she switched her body immidately.

"No. this is me. "

"Mamoru.. sorry i cannot accept it."

"Why?"

"I just cannot love the person thet my bestfriend loved..."

"Who?"

"Aori."

Meanwhile, Aori appear. with an angry face.

"Why did you tell him?!" 

"No.. i do not mean to do that!"

"Then what?!" Aori brings a KNIFE! 

"Aori! what did you wanna do?!"

"You have to know it now!"

"Aori.. I'm sorry but can you just please..... forgive me?" Yuuki cried.

"NO!" then Aori swing that kife to Yuuki's body. but. no. Yuuki didn't feel any pain.

Mamoru's body was full of blood but he smiled at Yuuki.
Aori Shivered then put that knife down.

"Ma.. mamoru?!" Yuuki cried.

"I love you.."

"No! No way!! Mamoruuuu!!!!" Aori screaming then holding mamoru's body tightly. that screaming voice was heard by all of the nearly student. the came to the palce where mamoru was killed. then screaming too. 

The teacher was called. then screaming. " AMBULANCE! NOW! " (:o)
but. Mamoru was not alive. he's DEAD! 

            ---------------------------------------------------------------------------------------

after that Yuuki and Aori was investigated then after it. Aouri confess that she was the murderer of Mamoru.

Then. Yuuki was a little bit scared and stressed at Mamoru's Funeral.

Mamoru's mom was really sad. but. after the end of the funeral Yuuki still stressed. then Mamoru's mom give Yuuki a bracelet that made by a special person that Mamoru's order that person to made a bracelet that made by a special stone. then, Yuuki wear it. and she feels a little bit well now. then That's the ending of all of that incident. 

Aori? 
Aori was at the jail now. she is crazy and always said " I LOVE YOU MAMORU "


~The End~

Friday, May 4, 2012

STORY 21

Her Life
Dia menatap indahnya matahari yang akan terbenam di dore hari kala itu, gadis itu menatap bianglala raksasa berwarna oranye itu dengan pandangan kosong. gadis itu bernama Farissa. Farissa adalah anak yang sangat kaya raya tetapi dia terlahir tak seperti anak-anak lainnya, kakinya cacat di kanan. dengan keadaan seperti itu, tentulah dia selalu saja diejek oleh teman-temannya, namun, apa daya, Farissa hanya bisa diam dan menangis bila sudah diejek oleh teman-temannya.

Sesampainya sore itu, ibunya, Nyonya Mariam, menghampirinya lalu menepuk pundak Farissa.
"Farissa!" Kaget ibu.
"Ibuu... jangan mengagetkanku, dong!" jengkel Farissa.
"Sorry, my dear.... Ibu sudah buatkan Sup Kentang, tuh! makan dulu, yuk!" ajak Ibu.
"Maaf, Bu.. aku ingin mengobrol denganmu... "
"Tentang apa, sayang?"
"Bu, nanti, kalau Farissa sudah besar, dengan keadaan seperti ini, siapa, ya? yang mau nerima Farissa di Perusahaan mereka?"
Ibu terdiam menatap anak sematawayangnya itu.
"Bu?" tanya Farissa lagi.
"Sudah, yuk! ibu lapar, nih!" alih Ibu.
"IBU! Tolong jawab dong Bu! Aku ini sudah putus asa dengan keadaanku! gak ada teman yang mau berteman denganku! aku sedih, bu! Hiks.. Hikss" Tangis Farissa meledak.
"Farissa...."Mata ibu berkaca-kaca.
Sambil berkata demikian, Ibu langsung merangkul Farissa dengan lembut dan mengelus rambut Farissa yang indah, dan berkata lagi.
"Farissa, Kamu cantik... kamu juga pintar... mengapa kamu sendiri yang tidak punya teman?"
"Ka.. ka.. karenaa.. Aku berbeda dengan temanku yang lain.. Bu.!!"
"Farissa! Stop berkata begitu, ibu tidak peduli, kamu mau berbeda atau apa! ibu cuman sayang sama Farissa, Farissa, Percayalah! Tuhan pasti sayang dengan Farissa! Jangan putus asa, sayang!" Nasihat Ibu,
Farissa masih saja menangis.

                                                          ***

Keesokan harinya di Sekolah Farissa, Farissa berjalan dibantu Pak Rayyan, Supirnya.
tiba-tiba, Karla dan teman-temannya menghampiri Farissa, menertawakannya lalu menendang alat bantu berjalan yang sedang digunakan Farissa saat itu.
"AH!" Farissa terjatuh.
"Hey! anak Cacat! ngapain datang ke sekolah?? Harusnya tuh, lu di rumah aja! Eh? tapi tetap aja nyusahin, ya? Hahaha"
Tiba-tiba Pak Rayyan yang kesal langsung menampar Pipi karla.
PLAK!
"Aduh! HEH! Supir Jelek! ngapain Lo! nampar-nampar gue!"
"Hei, anak sombong! ketahuilah! kalau itu baru permulaan! jangan pernah mengejek orang yang memiliki kekurangan! dengar, itu! jangan berharap nona Farissa akan memaafkanmu! seharusnya kau prihatin!"
"SH! Ayo kita cabut!" Karla dan Teman-temannya langsung meninggalkan Farissa dan Pak Rayyan.
"Makasih, ya, pak.." Farissa berterima kasih sambil memikirkan Kata-kata Karla yang membuatnya menitikkan air mata.
"Iya, nona... "

                                                          ***

Di kelas,  Farissa di Bully sama Karla, Karla menampar Farissa sampai bibir Farissa berdarah. seketika itu, seluruh kelas langsung melihat mereka berdua, namun, tak ada yang menolong Farissa, semua hanya cuek, terdiam.

"EH! denger, ya! gak ada yang boleh nampar aku! inilah balasannya!" Karla bersiap untuk menampar Farissa lagi, namun, tangannya ditahan oleh Fero, salah satu cowok di Kelasnya yang terkenal cuek, ganteng, dan disegani cewek-cewek dan guru.
"Ngapain lagi? mau nampar lagi? Go Ahead!" Kata Fero.
Karla yang langsung melihat dan mendengar Fero berkata seperti itu, langsung bersiap menampar Farissa dengan tangannya yang satu lagi. saat Karla hendak menampar Farissa, Fero langsung mendorong tangan Karla sehingga, Karla menampar dirinya sendiri.
Karla menjerit kesakitan, pipinya sampai bengkak dan biru.
Kelas hening, begitu juga Fero.
Karla menangis. tetapi, Fero membiarkannya,
Langsung guru-guru berdatangan, namun, tak ada yang berani memarahi Fero. ada satu guru yang berhasil mengambil handphonenya, namun langsung dilempari spidol tangannya sehingga Hanphone guru itu jatuh kembali ke saku guru tersebut.
"SEMUA! Diam! perhatikan caraku menghukum orang Keji! Karla Yashinta! Berani sekali, kamu!"
fero langsung melipat tangan Karla dengan kasar sehingga dia menjerit kesakitan dan memohon agar Fero berhenti melakukannya. namun, Fero tidak mau berhenti sampai Karla meminta maaf dan berjanji atas nama Tuhan agar tidak melakukannya lagi.

Karla yang sudah pasrah langsung melakukan hal yang disuruh oleh Fero dan Fero pun melepaskannya.
Setelah itu, Karla diam selama seminggu dan kelas jadi tertib.
Farissa? Farissa ditolong oleh Fero, setelah 5 hari, Fero jadi suka kepada Farissa akan ketegarannya, namun, Farissa menolaknya dengan berkata kalau dia tidak bisa pacaran karena akan segera pindah ke Amerika untuk pindah ke sekolah khusus anak cacat. Fero kecewa, tapi, ya.. Sudahlah, toh, itu demi kebaikan Farissa. akhirnya kisah cinta mereka terhenti sampai situ, namun, semenjak itu, Keadilan di sekolah Farissa yang lama kembali, dan tidak ada lagi istilah Bully,.

~The End~

Tuesday, April 3, 2012

STORY 19


13 Days After
"Livia! Ayo! cepat, sayang!" Panggil seseorang dengan suara yang lemah lembut, familiar buatku, Mama.
"Iya, Ma... ini aku juga sedang memakai sepatu!" Jawabku.
"Ok, Mama tunggu di Mobil, ya!''
"OK!" Teriakku.

Sekali lagi, menyimpulkan tali sepatuku.. dan.. Ya! selesai, sekali lagi aku berkaca, menatap wajah dan seragamku, rambutku dikuncir setengah, rapi sekali. terjuntai sampai pinggang. Ikat Rambut berwarna Orange, seragam putih-biru yang sangat bagus. ya. Perfect , pikirku.

Tin! Tin! Suara Klakson mobil Mama, mobil kesayangannya,  Aston Martin One-77. dia dapatkan dari 

Daddy, saat ulang tahun perkawinan mereka. Aku pun bergegas menuju lantai dasar. berlari menuju mobil.
"Livia! kamu ini bagaimana, sih? lihat! sudah jam berapa, ini?!"
Aku hanya diam.

Sesampainya di sekolah, aku langsung menuju kelas, aku datang di urutan ke-2. yang pertama adalah Ray, pacarnya Tessa sahabatku.
"Hei, Ray" Sapaku.
"..."
"Sombong banget, sih!" kesalku sambil berjalan cepat, tak kusadari ada air di dekatku, di depan Ray, aku pun terpeleset. AW! Malu Sekali, Ray langsung menangkapku. aku sama sekali tidak bisa sadar diri, dan itu benar-benar Romantic. Dan tanpa disadari, Tessa sudah ada di depanku dan Ray bersama.

"Kalian, sedang apa?"
"ti.. tidakk. Tessa.. kumohon, ini bukan seperti yang kamu bayangkann" selaku sambil Ray melepaskan tangannya dariku.
"Sudahlah, Livia.."
Tessa pun pergi berlari, dan bodohnya aku dan Ray tidak mengejarnya. dia pun menangis dan menceritakan semuanya kepada teman-temanku, sepulangnya dari sekolah, teman-teman menahanku. dan langsung menarik rambutku dengan kasar.
"Hei! bocah genit! tega sekali, kamu mengambil Ray dari Tessa!"
"Teman-teman, ini tidak seperti yang kalian bayangkan!!"
"DIA BOHONG!" Tiba-tiba Tessa muncul.
"Tessa? jadi, kamu yang menyuruh mereka?" jawabku tak percaya.
"YA! dan aku tak akan memaafkanmu, dasar Genit!"
"Jadi.. Tessa, mau kami apakan dia?" Tanya teman-temanku,
"Cekik dan lempar dia ke sudut meja!"
"Baik!"

Seketika itu, Aku sedang di ceking dan tanganku disayat, sakit sekali, dan sangat berpas-pasan, mereka tidak menutup pintu, Ray dan Mama! Mereka melihatku sedang di Bully,

"SESA!!" Teriak Mama panik melihatku sudah berlumuran darah dan membiru.
"Apa yang kalian lakukan? Tessa?" Ray terkejut melihat Tessa.
"Mama..? Ray..? tolong aku.." isakku.

Mama langsung membawaku, dan Ray langsung membantuku. sementara, Tessa dan teman-, kabur.

Aku di Rawat di Rumah Sakit. selama 1 bulan aku dirawat di sana. Mama yang tidak terima atas perlakuan Tessa dan Kawannya, melaporkan ini ke pihak kepolisian dan Sekolah. mereka pun ditahan selama 6 bln karena kekerasan dengan dikeluarkan dari sekolah. sebenarnya, aku tahu, Tessa tidak bermaksud melakukannya, tapi, Mama sangat Tegas. ia tetap tidak ingin membebaskan Tessa dan Kawannya keluar dari penjara walaupun aku yang memohon. Daddy juga sangat Marah kepada mereka setelah mengetahui hal ini dari Mama.

Setelah Sebulan, aku kembali bersekolah seperti biasa, semua orang berkata kalau mereka itu mencemaskanku. aku pun menenangkan mereka dengan berkata bahwa aku baik-baik saja.

Tiba-tiba, saat aku sedang sendirian di Rumah, aku langsung sesak nafas, Mama sangat panik, lalu langsung menelpon Daddy. Daddy pun pulang dan langsung membawaku menuju RS terdekat. di Sana, aku langsung diperiksa dan di Check di Laboratorium. Hasilnya? hanya ibuku yang tahu.

Setelah Mereka,(Dokter, Daddy, and Mama) selesai mengobrol soal penyakitku, Mama pun menyarankan agar aku Home-Schooling saja. tapi, aku menolaknya dan berkata, "Untuk apa?" tapi, mereka tak bisa menjawab. Setelah 10 Hari aku Opname, aku semakin tidak karuan saja, Sekarang, Dadaku benar-benar sakit! Aku merasakan ada sesuatu yang menyumbat paru-paruku, aku pun pingsan, dan langsung dibawa ke RS Internasional, di sana, aku Koma, lalu setelah hari ke 12, aku merasa kalau ajalku sudah dekat dan akhirnya, Mama dan Dokter memberitaukan soal penyakitku, aku terkena Kanker Paru yang sudah Stadium 4! aku sangat terkejut, dan Doker memvonisku, bahwa, sisa hidupku hanya 1X24 Jam Saja! saat itu juga Mama menangis sangat kencang yang melihatku, putrinya sudah tidak berdaya dengan berbagai selang sebagai penyambung hidup melilit jaringan tubuhku. Aku hanya bisa tegar. Waktu menunjukkan puku 22.00, waktuku tinggal 2 jam, dan kurasakan itu, tubuhku bergetar tak karuan, dengan sakit yang luar biasa pada Paru-Paruku, Sesak Nafas kualami, Mama hanya bisa berdoa semoga aku tidak diambil oleh-Nya. namun, apa yang mau dikata apabila takdir menjemputku. tepat pukl 00.01, tepat di Hari ke-14 di Bulan April, Ulang tahunku yang ke 13, Gadtorade  menunjukkan garis lurus.

Friday, March 16, 2012

STORY 12

Who do you think you are?
I look at every step i make, so i go ahead, and the stupid things, i choose the wrong ones, say sorry doesn't change anything. I have doing something that i will ever forget, i have ignore that signals. i'm sorry i was too fast to take it.

Once, i have someone i like, just like, then love, then love, and at last he hates me i thought. so i decided to take it back but no one help me, i wanna became at my first time i met him. I wanna became something useful for it. but it was too late, because there is one jerks, is a girl who breaking all off it, i wish she had something happen like me right now, she acting like she know all about me, Who do you think you are? i just know you at this first time same as him.

I just relly disappointed at school! at home too, i don't know, what does my mom meant to do this! she is really an anger woman, or a lovely woman? She said my Daddy is a chameleon!, i tought she same too, she is like an chameleon too! Sometimes she was angry, sometimes she was like an relly-like-angel.

Nothing! i don't care a-bout anyone in my house! in School, everyone said that i was smart? what? repeat it again? Smart? Did it broke your hearts? I feel it like a slander, no one said truth to me. I cannot believing anyone in this world except my God, Allah SWT that always beside me, whwn i was sad, happy, angry. 

In my house there is one Really Suck-Fuck-Jerk-Face-Like Angel. She is always acting good in every season i thought. She is like a pig nose, i relly hate her! i don't want her, i really fed up with all this.

 i-too-force an eager-to-have you. but i still like you, in 10%, not 100%. 

I'm Sorry, I hope you understand who did i say in my story above, I was Thankfully to tell that. 

Saturday, March 3, 2012

STORY 9

My Life is for Living Here.
Matahari bersinar seperti biasa, aku mengambil kameraku, lalu kupotret matahari pagi yang indah ini. tiba-tiba, seorang wanita cantik, umurnya sekitar 45 tahunan, ya, dia adalah mamaku, namanya Swealish, dia baik sekali, menurutku, dialah ibu terbaik di dunia.
"Zas, kalau mau sarapan, berhentilah memotret, lalu turun ya! jangan sampai Sandwich Kornetmu tak enak!"

"Ya, mamaaaa.. mama gak lihat apa? ini matahari yang bagus!!"
"iyaa, mama tahu! tapi kan matahari memang seperti itu..! tak akan berubah, Zasara!"
"...."aku diam.


Mamaku pun turun dengan perasaan tenang, menarik napas, lalu melangkah turun dari kamarku. aku turun dengan Sweater di pundakku. rambutku terurai tebal, warnanya kecokelatan. tubuhku sedikit langsing dengan kulit yang sangat putih! namun, semua itu gak membuatku bangga, aku justru bertanya, mengapa aku berbeda dengan kedua orangtuaku? mereka tak seputih kulitku? apa aku bukan anak mereka? Ah, sudahlah, kita tak boleh berpikir seperti itu! bagaimanapun, mereka sudah menyayangi kita. betul, bukan?

"Zasara! ini! berikan Omelette ini kepada Ayahmu! dia sedang ada di bukit Golf dekat rumah kita bersama teman-temannya,"
"Iya, Ma."

aku pun bergegas menuju Hallovestrine Golf Park. tempat ayahku meluangkan waktu pensiunnya dengan teman sebayanya.

Aku sampai. langsung kutemui ayahku.
"Ayah! ini Omelettemu!" kataku dari kejauhan.
"Iya! letakkan saja!"
"dimana?"
"Di Sana! dekat meja yang ada tas ayah!"
"aku pulang ya, Ayah!"
"Yaaaaaa!!"

Aku pun pulang tak sabar untuk mencoba Sandwichku! Yummy! pasti enak banget! pagi-pagi.......!!
sesampainya di rumah kucari mama. tak kutemukan!
"Mama??"
"...."
"Mamaa??"
"........."
masih tak ada jawaban, akhirnya, kuberanikan diriku untuk mencarinya sendiri, aku takut, ia jatuh dari tangga. benar saja, dia pingsan dekat tangga dengan darah di dekat pelipisnya.

"Mama!"teriakku.

aku bergegas menuju telepon berteriak meminta tolong kepada Om Frans, Ambulance, segalanya. dengan segera, om Frans datang membawa sebuah kain basah. dia pikir ada kebakaran, namun, setelah melihat mama yang terbujur lemas dekat tangga, segera ia angkat mama, lalu pergi ke mobilnya, aku ikut, aku langsung kunci rumah. aku tidak memikirkan ayahku yang sedang bersenang-senang bermain Golf. Yang penting mama baik-baik saja.

5 menit menuju Rumah Sakit dekat rumahku saja sudah membuat mama kehabisan darah. aku bodoh sekali meninggalkan mama tadi! puikirku.

Eh! Aku ingat! aku harus segera pergi menuju Sekolah karena ada seorang temanku berulang tahun! aku sudah janjian. tapi, nanti mama sama siapa? ya sudahlah, lebih baik aku tinggal saja di sini, temani saja mama.

temanku menelponku, segera kuangkat.

"Zasa! kamu kemana sih!!!!"
"Sorry, Sesa, gue mesti jagain mama gue yang lagi sakit,"
"okd, semoga mama lo cepet sembuh ya..!"
"Ia.. Thanks ya, Sa."

esoknya, aku harus sudah bersekolah, aku berangkat tanpa mama. biasanya, aku disiapkan masakan yang lezat untuk berangkat, tetapi sekarang tidak.

Sesampainya di Sekolah, aku berpasan dengan Desta, cowok yang sama sekali gak aku ingin lihat pagi ini. dia anak tertampan di sekolahku. Aku bilang sih, dia biasa aja. kata orang dia itu Playboy, Iya sih! gak diomongin juga dia itu Playboy! gayanya selangit!
Setiap ketemu sama aku, pasti dia menutupi mulutnya dengan sweater yang melingkar di lehernya.
"Selamat pagi, Zasara Sessiana Desta!"
Hah? kayaknya namaku gak ada 'Desta'-nya deh!
"Zasara Sessiana, aja!"
"Hah? bukannya kita udah jadian, ya?"
"Belum! Dasar Playboy!! dan gak akan pernah! pergi sana!" kataku sambil menghentakkan kaki keluar dari area milik Desta sekarang.
"Zasara! Kamu Cantik banget deh! aku jadi suka sama kamu!"
aku berhenti berjalan.
"Beneran!"
aku tak peduli, dasar Playboy Kalengan! pikirku.

di kelas berita Desta nembak aku sudah menyebar kayak virus!
"Zas! lu udah jadian sama Desta, ya?"
"Enak banget sih!"
"eh, ntar kenalin gue ke Desta yaaaa!!"
"Pajak Jadiannya, dong!"
dan sebagainya terlontar dari bibir teman-teman saat aku sampai di tempat dudukku.

"Gak!! gue kasitahu yah, sama kalian semua! gue itu, gak suka sama Desta!! dan gak akan jadi pacarnya!"
teriakku.
"Masa' sih? gak terpengaruh dengan ketampanan Desta?"
"Gak! ketampanan gak bisa beli apapun!" teriakku.

aku sebenarnya gak bisa marah, tetapi teman-temanku sudah kelewatan! mereka mengejekku! ya sudah, kalau mau pacaran sama Desta, pacaran aja, sana!

tiba-tiba, suara dari mikrofon petugas piket berbunyi, Perhatian, perhatian! Siswi yang bernama Zasara Sessiana dari kelas XII RSBI 1, harap segera turun menuju ruang Kepala sekolah, karena ada hal penting yang perlu disampaikan, terima kasih!. Namaku dipanggil, aku tak peduli, aku langsung saja menuju Ruang kepala Sekolah, di sana, sudah menunggu Ayahku yang sedang menangis bersama Pak Rudolph, Kepala sekolahku.
"Maaf, saya Zasara Sessiana,"
"Oh, nak Zasara, silahkan duduk," kata pak KepSek.
"Berhubung dengan masalah keluarga, saya turut berduka cita atas meninggalnya..." belum selesai beliau berkata, aku sudah memotongnya.
"Siaappa? Si.. Sii.. apa yang meninggal, pak Rudolph?"
"Maaf, nak, ibumu telah dipanggil oleh tuhan, semoga arwahnya tenang di sana,"

Seketika, aku diam kaku seperti patung. aku tak percaya, apa secepat ini mama meninggalkanku setelah matahari yang tebit begitu indah? Aku pingsan. ayah langsung menangkapku, begitu pula Pak Rudolph. ayah masih terisak dalam tangisnya.
Wanita Menangis"Ma..Mama?"
"Iya, sayang, mama sudah pergi meninggalkan kita,"
"TIDAKKKKK!!! kembalikan semuanya!!" teriakku histeris.
"Tenanglah! tenanglah, nak Zasara! jangan berbuat demikian! ibumu tentu akan sedih kalau mengetahui ini!" tegur pak Rudolph.
"Kenapa? kenapa secepat ini?"
"Saya juga akan memberikan Beasiswa yang sangat besar untukmu, jangan bersedih lagi, ya?"

aku mencoba berdiri, namun sesak rasanya, aku ingin uang ini kupakai untuk mamaku yang sedang ada di RS seharusnya! tetapi, malah pergi meninggalkan kami duluan, aku sesak sekali. aku mencoba tersenyum, tapi tak bisa, kukuatkan, aku tersenyum, pura-pura merelakan mama, tapi, sebenarnya tak bisa, kubisakan. aku pun tersenyum dengan terpaksa, Ayah juga mengatakan kepada Kepala Sekolahku, kalau aku harus langsung pindah ke desa! aku pun gak percaya, tapi, aku terpaksa meninggalkan kota kelahiranku dan pindah ke rumah nenek. Selamat tinggal, Messy, Sesa. teman baru yang kuanggap sebagai boneka emasku. dan selamat tinggal, Destaputra Haya, pangeran yang tak pernah ada!

Friday, February 17, 2012

STORY 6

LOVE LETTER
Love Letter
Semua berawal dari Love Letter, ya, Surat cinta. aku menulis surat yang sama sekali belum pernah kubuat. tentu saja untuk orang yang kusukai, namanya, Kid, dia gak cakep banget, atau bagus sebagaimanapun, aku gak peduli, tapi, dia orang yang aku sukai, aku juga gak tahu, kenapa aku bisa suka sama dia, tapi, ya, sudahlah, cinta kan gak memandang apa-apa.. namaku Ruri, kelas IX SMP. Kid menurutku emang gak putih-putih banget, cuma, dia juga gak hitam-hitam amat, dia juga gak pintar, dan gak bodoh, tapi, yang jelas aku suka sama dia.

aku tulis surat cinta ini, untuk Kid, kid punya nama lengkap, Kid Tisyo, mamanya orang Amerika, papanya orang Jawa. Hahaha, gak lucu sih, cuma, aneh aja. Lihat! itu Kid! aku harus segera berikan surat ini lewat lokernya sebelum dia sampai!! pikirku, dan benar saja, aku berikan di Lokernya. sesudah itu, aku lari ke belakang tiang sekolah, mengintip, dan dia datang! dia membuka lokernya mengambil sebuah surat, suratku! lalu, dia lihat sepintas dan tertawa kecil! lucu sekali! dia bawa suratku, lalu diberikan kepada kucing peliharaan sekolah kami, Azis, Kok dikasih ke kucing, sih? pikirku.

Sesampainya di kelas, aku cemberut, kesal. Karena di sekolahku, teman sebangkuku bersikap keibuan, kupanggil ia 'Bunda', "Bunda, Kid, malah ngasih Love letter yg aku buat ke kucing, kan gak lucu banget kalau kucing yang baca!" teriakku. Seisi kelas menatapku, aku tak peduli, lalu Bunda menjawabku, "Yah, kasihan, Kid gak tau sih perasaan kamu sebenarnya! apa dia terlalu santai? kalau aku, Fizi, menjawab Suratku, menyetujuiku sebagai Girlfriendnya!!!!" Teriak Bunda pula, tiba-tiba, Fizi datang, katanya, dia ingin bicara dengan Bunda, "Freskita, Gue mau ngobrol, keluar, yuk!" ajak Fizi, aku menatap Bunda, dalam hatiku aku iri.

Kid datang dengan seorang cewek di sebelahnya, panggil aja Fren, Fren katanya manis, kuat, dan pintar, tapi, dia Playgirl gak laku. aku benci sama Fren, yang udah mengambil Kid, padahal, dia kan gak suka sama Kid, ngapain mereka berdua-duaan? aku pikir, Kid juga tidak suka cewek yang genit, ternyata, aku salah, aku langsung Illfeel sama Kid, tapi, belum berarti, aku gak suka lagi sama Kid.

"Kid! Lo udah selesai tugas Bahasa Inggris? Kalau sudah, lihat, dong!" Kata Fren.
"Hahh? kenapa? iya, gue udah selesai, mau lihat kan, yaudah, Fren, ambil aja, ya, di tas gue!" Jawab Kid.
"Makasih!!" tampil senyum pepsodentnya si Fren! BT! sok imut!

Fren menghampiri tas Kid, aku kesal, aku lempar saja kecoak di tangannya, di teriak!
"AKKKKHHHHH!!! kecoak, kecoak!!!!! MAMAAAA!!!" teriaknya.
dia lalu mulai menangis, lalu datang deh, si Kid, lalu dia nanya sama si sok imut itu, Fren.
"Freenn? kenapa?" sambil memegang pundak Fren.
"Huaaaa!!!! siapa yang lempar kecoak ke tanganku sih, Kid???" Tangisnya menjadi.
"Heh!! kalian semua!! siapa yang udah ngelempar kecoak ini? NGAKU!" bentak Kid.
Wah! Kid benar-benar suka nih sama Fren. "GUE!" ucapku. "RURI!" Tampar Kid melayang ke pipi halusku. PLAK!

Aku bengong kira-kira 3 menit, lalu kutampar balik Kid, dengan berat 25 kg, merah banget pipinya Kid,!!
"HEH! Kunyuk, masalah buat lo? ngapain lo sok-sok peduli sama si Fren itu? emang dia siapa Lo? dan gue kasih tahu lo, ya! gak usah pake' nampar gue! Sakit, bego!" Judesku.
"Heh, Monster! lo tuh, yang gak jelas! si Fren kan cuman mau ngambil LKS gue, kenapa lo yang marah, lo juga, ngapain ngirim surat cinta ke loker gue???!" Bentak Kid balik.
sial! nih orang ngomongin surat cinta! semuanya melihatku, aku malu, lalu, kujawab saja, "Hah? surat cinta, emang gue yang ngirim, emang kenapa? gak suka, KASIH AJA TUH, KE KUCING!"

Aku berlari keluar kelas, menuju kamar mandi, lalu kubasahi wajahku, terutama yang merah akibat tamparan Kid.

Wajahku bengkak, begitu pula dengan Kid. kami sama-sama izin sekolah karena sakit, aku pun dirawat di RS, parah banget deh! ini sekarang, pipiku bengkak dan aku gak bisa masuk sekolah.

1 bulan kemudian, aku sudah bisa ke sekolah lagi. Kid Juga. dan akhirnya, Kid pacaran sama Fren, dan aku sendiri, membusuk dengan surat cinta yang aku tulis, sendiri.

Monday, February 13, 2012

STORY 4

Black me.
Gue, Friskiani Dwika Hardisah, Panjang banget ya..? tapi, bagi penggemar 'julukan', gue biasanya dipanggil Frisking alias 'Friskiani-ceking', ya, julukan itu udah lama banget ada di dalam kelas gue. teman-teman gue selalu saja memanggil gue dengan sebutan itu, It's Allright! Gue gak peduli, mau panggil gue kurang gizi kek, Kurus kek, Ceking kek, apapun! tapi, please! untuk sekali ini aja, gue gak mau dipanggil Frisking, soalnya.. ada anak baru di kelas gue, namanya Harl, dia cakep banget kayak orang Jerman, tapi, dia bisa bahasa Indonesia, kok! gue gak mau dia Ilfeel sama gue gara-gara, manusia-manusia kelas gue pada manggilin gue Frisking. sebenarnya, gue itu gak ceking amat sih! cuma, gue itu 40 kg dengan tinggi 165! gila gak? Skin gue Sweet Black, ya, item manis! Keling! hmm, sekarang perkenalannya udah cukup! gue mau cerita soal Harl.

"Harl!" Panggil cewek Item manis! Gue..
"Yeah! apaan?" Jawab pangeran gue..(maunya)
"gue pingin main ke Mall nih, temenin gue, ya!"
"Sorry banget Fris, gue mau jalan sama Delisa, lu tau kan? adik kelas yang cakep banget itu?"
"Yahelah! penting banget! dia mah, udah punya segudang pacar! ngapain lu cari orang yang udah sering pacaran?! Yaudah, kalau gak mau!" gue meninggalkan Gym dengan perasaan kesal bukan main! yaiyalah! Harl lebih milih Delisa Ambarwati yang 'katanya' cantik bangetz (pake' z).

Harl pun mangil-manggil gue, tapi, gue gak peduli, apapun alasannya!

Delisa Datang memanggil-manggil Harl
Sesampainya di kelas, datanglah Delisa dkk, dateng dengan perasaan 'tanpa bersalah' manggil-manggil Harl, tapi sayang banget! cuma gue yang tau dimana Harl!

dilihat-lihat, Delisa emang cantik sih! Putih, mulus, rambutnya yang bergelombang-panjang-lembut itu di kuncir kuda kiri dan kanan, pipinya kemerah-merahan, bibirnya kecil seperti kue (kurasa, mini donuts yang ada di Dunkin' Donuts gak bakal muat sekali suap di mulutnya) bulu matanya lentik, badannya proporsional, model, aaah! kesel, dan Delisa juga pintar!

Delisa terus memanggil, tapi, tiada seekor manusia di kelas gue pun yang menyahut. Karena gue orangnya gak tegaan, gue hampirin aja Delisa, terus gue kasitahu, kalau Harl ada di Gym. akhirnya, dia bilang terima kasih dengan senyum angel-nya itu.

Pulang sekolah, gue ketemu lagi sama si Harl, BT! Harl pun menghampiri gue, tapi, dengan juteknya gue bilang "Ngapain? sana! Delisa udah nyariin, tuh!"
"Gue maunya jalan sama lo! lo mau kan?"
"Lho? bukannya tadi ngomongnya mau jalan sama Delisa?"
"Gak, dia tadi ketemu gue, bilang kalau sebaiknya gue dan dia gak usah ketemuan lagi! Alasannya karena Delisa itu mau jalan sama Piko, pacar barunya yang terdaftar di urutan 30.."
"Ngapain lu ngelawak!!" gue menjitak kepala Harl.
"Aw! sakit tahu!"
"gue bukan tahu! gue Frisky,"
"gue juga tau lu bukan tahu! eh, jadi, mau gak lo jalan sama gue, kalau gak gue pulang aja, deh!"
"Ehhhh!!! iya! ayo!" gue menarik tangan Harl keluar, jauh dari pekarangan sekolah, namun, gue gak sadar kalau sebenarnya Delisa masih menyukai Harl, dan melihatku dan Harl dengan perasaan yang iri.

Di Mall, gue belanja barang banyaaaaaaaak bangeeeettt! gue belanja tas, sepatu, baju, bahan makanan, dll. Harl gue jadiin sebagai BodyGuard pribadi gue dengan membawa barang-barang gue.
"Buset! lu beli ini aja? masih ada lagi? tau gak? lu udah ngabisin Rp13.000.000! alias 13 juta!! lu anak siapa sih?"
"Gue anak orangtua gue. iya, gue tuh belanja ginian 4 bulan sekali!"
"Ck.ck.ck. apa deh!"
"makasih ya, udah bawain barang gue!"
"iya Miss. Boros!!"
gue cuma kesel sedikit dgn julukan baru: 'Miss Boros'.

Sesamapainya di depan sekolah, gue udah dijemput, sementara Harl pulang sendiri, kasihan.. tapi gue kan bukan siapa-siapanya Harl.. sudahlah! EH! nanti dulu, itu siapa? gue lihat ada Delisa! mau apa dia? pikirku, Delisa kan kata Harl lagi jalan sama pacarnya!

gue pikirin itu sampai rumah.

Esok paginya gue udah siap-siap dengan rapi, gue berangkat, sesampainya gue, gue langsung menghampiri Harl dan nanya soal Delisa kemarin, dia cerita kalau Delisa udah putus sama pacarnya, Piko, dan kemarin udah resmi jadian sama Harl. Jleb! hati gue sakit banget, tapi gue berusaha nahan itu, gue ucapin selamat sama Harl, dan Harl pun gak sadar apa yang udah gue pikirin. Kejam!

2 bulan selanjutnya, Harl cerita ke gue kalau Delisa ada di RS sejak 4 minggu yang lalu, dia kena Leukimia.
Gue putusin untuk datang jenguk Delisa. gue pikir, mungkin gue bisa ngobrol-ngobrol bareng Delisa.
Saat sampai di RS, gue nanyain ruang Delisa, VVIP, keren! tapi, saat gue masuk, Delisa udah Gak ada lagi. seluruh keluarganya menangis atas kepergiannya, Harl pun begitu, ia menetap di pinggir tempat tidur dimana Delisa menghembuskan nafas terakhirnya. aku mengahampirinya, aku bilang, Delisa sudah tenang di alam sana. Harl bangun, lalu memelukku, aku juga balik memeluknya.

3 minggu setelah meninggalnya Delisa, Harl sudah seperti biasa, Playboy, Gokil dan Ceria. dan yang lebih mengejutkan, dia cerita sama gue kalau dia sedang ngincer cewek di deket dia.

Dia minta ketemuan sama gue, akhirnya kita ketemuan di Depan pintu gerbang dimana Harl dan Delis Jadian. gue udah dag-dig-dug duluan nih!
"Frisky, gue, suka sama lo!"
"Haah? jangan bercanda dong, Harl!"
"Gue gak bercanda, lo mau jadi pacar gue..?"
"ntar ya, gue pikirin dulu.."

gue pulang, dengan perasaan yang sangat Galau gue sms Harl dan gue bilang: 'iya, Harl gue mau jadi pacar Lo'

Esoknya Harl ketemu gue, gue udah jadian sama dia, dia sudah kembali kayak biasanya, dan sama dengan gue, yang udah hidup bahagia apalagi ditambah dengan kehadiran Harl!