Showing posts with label The Last of Nine. Show all posts
Showing posts with label The Last of Nine. Show all posts

Friday, May 4, 2012

STORY 21

Her Life
Dia menatap indahnya matahari yang akan terbenam di dore hari kala itu, gadis itu menatap bianglala raksasa berwarna oranye itu dengan pandangan kosong. gadis itu bernama Farissa. Farissa adalah anak yang sangat kaya raya tetapi dia terlahir tak seperti anak-anak lainnya, kakinya cacat di kanan. dengan keadaan seperti itu, tentulah dia selalu saja diejek oleh teman-temannya, namun, apa daya, Farissa hanya bisa diam dan menangis bila sudah diejek oleh teman-temannya.

Sesampainya sore itu, ibunya, Nyonya Mariam, menghampirinya lalu menepuk pundak Farissa.
"Farissa!" Kaget ibu.
"Ibuu... jangan mengagetkanku, dong!" jengkel Farissa.
"Sorry, my dear.... Ibu sudah buatkan Sup Kentang, tuh! makan dulu, yuk!" ajak Ibu.
"Maaf, Bu.. aku ingin mengobrol denganmu... "
"Tentang apa, sayang?"
"Bu, nanti, kalau Farissa sudah besar, dengan keadaan seperti ini, siapa, ya? yang mau nerima Farissa di Perusahaan mereka?"
Ibu terdiam menatap anak sematawayangnya itu.
"Bu?" tanya Farissa lagi.
"Sudah, yuk! ibu lapar, nih!" alih Ibu.
"IBU! Tolong jawab dong Bu! Aku ini sudah putus asa dengan keadaanku! gak ada teman yang mau berteman denganku! aku sedih, bu! Hiks.. Hikss" Tangis Farissa meledak.
"Farissa...."Mata ibu berkaca-kaca.
Sambil berkata demikian, Ibu langsung merangkul Farissa dengan lembut dan mengelus rambut Farissa yang indah, dan berkata lagi.
"Farissa, Kamu cantik... kamu juga pintar... mengapa kamu sendiri yang tidak punya teman?"
"Ka.. ka.. karenaa.. Aku berbeda dengan temanku yang lain.. Bu.!!"
"Farissa! Stop berkata begitu, ibu tidak peduli, kamu mau berbeda atau apa! ibu cuman sayang sama Farissa, Farissa, Percayalah! Tuhan pasti sayang dengan Farissa! Jangan putus asa, sayang!" Nasihat Ibu,
Farissa masih saja menangis.

                                                          ***

Keesokan harinya di Sekolah Farissa, Farissa berjalan dibantu Pak Rayyan, Supirnya.
tiba-tiba, Karla dan teman-temannya menghampiri Farissa, menertawakannya lalu menendang alat bantu berjalan yang sedang digunakan Farissa saat itu.
"AH!" Farissa terjatuh.
"Hey! anak Cacat! ngapain datang ke sekolah?? Harusnya tuh, lu di rumah aja! Eh? tapi tetap aja nyusahin, ya? Hahaha"
Tiba-tiba Pak Rayyan yang kesal langsung menampar Pipi karla.
PLAK!
"Aduh! HEH! Supir Jelek! ngapain Lo! nampar-nampar gue!"
"Hei, anak sombong! ketahuilah! kalau itu baru permulaan! jangan pernah mengejek orang yang memiliki kekurangan! dengar, itu! jangan berharap nona Farissa akan memaafkanmu! seharusnya kau prihatin!"
"SH! Ayo kita cabut!" Karla dan Teman-temannya langsung meninggalkan Farissa dan Pak Rayyan.
"Makasih, ya, pak.." Farissa berterima kasih sambil memikirkan Kata-kata Karla yang membuatnya menitikkan air mata.
"Iya, nona... "

                                                          ***

Di kelas,  Farissa di Bully sama Karla, Karla menampar Farissa sampai bibir Farissa berdarah. seketika itu, seluruh kelas langsung melihat mereka berdua, namun, tak ada yang menolong Farissa, semua hanya cuek, terdiam.

"EH! denger, ya! gak ada yang boleh nampar aku! inilah balasannya!" Karla bersiap untuk menampar Farissa lagi, namun, tangannya ditahan oleh Fero, salah satu cowok di Kelasnya yang terkenal cuek, ganteng, dan disegani cewek-cewek dan guru.
"Ngapain lagi? mau nampar lagi? Go Ahead!" Kata Fero.
Karla yang langsung melihat dan mendengar Fero berkata seperti itu, langsung bersiap menampar Farissa dengan tangannya yang satu lagi. saat Karla hendak menampar Farissa, Fero langsung mendorong tangan Karla sehingga, Karla menampar dirinya sendiri.
Karla menjerit kesakitan, pipinya sampai bengkak dan biru.
Kelas hening, begitu juga Fero.
Karla menangis. tetapi, Fero membiarkannya,
Langsung guru-guru berdatangan, namun, tak ada yang berani memarahi Fero. ada satu guru yang berhasil mengambil handphonenya, namun langsung dilempari spidol tangannya sehingga Hanphone guru itu jatuh kembali ke saku guru tersebut.
"SEMUA! Diam! perhatikan caraku menghukum orang Keji! Karla Yashinta! Berani sekali, kamu!"
fero langsung melipat tangan Karla dengan kasar sehingga dia menjerit kesakitan dan memohon agar Fero berhenti melakukannya. namun, Fero tidak mau berhenti sampai Karla meminta maaf dan berjanji atas nama Tuhan agar tidak melakukannya lagi.

Karla yang sudah pasrah langsung melakukan hal yang disuruh oleh Fero dan Fero pun melepaskannya.
Setelah itu, Karla diam selama seminggu dan kelas jadi tertib.
Farissa? Farissa ditolong oleh Fero, setelah 5 hari, Fero jadi suka kepada Farissa akan ketegarannya, namun, Farissa menolaknya dengan berkata kalau dia tidak bisa pacaran karena akan segera pindah ke Amerika untuk pindah ke sekolah khusus anak cacat. Fero kecewa, tapi, ya.. Sudahlah, toh, itu demi kebaikan Farissa. akhirnya kisah cinta mereka terhenti sampai situ, namun, semenjak itu, Keadilan di sekolah Farissa yang lama kembali, dan tidak ada lagi istilah Bully,.

~The End~

Thursday, April 26, 2012

STORY 20

Don't Try at Home!

"Tidaaakkk!!"
BRUK!

Seketika itu, Mama, Papa dan Aku.. Rinsha, langsung keluar dari kursi makan kami, menuju lantai 2 Rumah Kami. pertama, Aku dulu yang berlari menuju kamar adikku, Evil, maksudku, Evilia. Dia adalah anak yang tidak dapat dipungkiri lagi kenakalannya, terkenal di Seantero Sekolahku dan dia, di Rumah Keluarga, dimana pun dia ada. 

Namun, saat sudah sampai di depan Kamar Evilia, aku berhenti sejenak sambil berpikir, Huh! pasti Evilia hanya pura-pura saja. nanti, pasti kami dikagetkan lagi olehnya! Biar saja, deh!.
"Rinsha? Kenapa kamu diam saja? ayo! lekas lihat adikmu! apakah dia baik-baik saja?" tegur Mama.
"Iya, Rin, dia kan adikmu, kalau ada sesuatu, gimana?" Sambung ayah.
"Sudahlah, ma, pa. Dia itu palingan cuman ingin bohong sama kita..! gak usah dipercaya!" Bantahku.
"HUSH!" bentak mereka.

Sejenak kami diam. dari pintu, kudengar lagi ada suara sayup-sayup menangis. tapi, tunggu! itu suara Evilia! langsung aku masuk dan melihat kalau tempat tidur Evilia sangat berantakan, dan, tidak ada Evilia!

"Evil? jangan main-main, dong! awas saja kalau sampai kau kagetkan kami, tak akan ada ampun..!!"
Teriakku,

Sesaat setelah itu, Evil keluar dengan bonekanya, boneka yang sangat menyeramkan, dan rasanya, ingin aku buang boneka itu, dia berjalan gontai ke arah kami, selangkah dia maju, selangkah pula, aku mundur, dalam pikiranku, aku harus membunuh boneka sial itu bagaimanapun caranya. aku takut kalau boneka itu sampai merasuki kami semua satu persatu.

"Hahahahahahahahaaahh... ahahahahahha...!!!" Evil tertawa.
Mama dan Papa ternyata masih sama seperti dulu, hanya curiga, kalau aku, melangkah keluar kamar.

"Haha.. Kak? Kak Rinsha? sini, dong!"
"Ha? mau apa lagi, nih!" aku melempari boneka yang sedang dipeluknya Ayat Al-quran yang ditulis di kertas yang kulempar, seketika, bagian boneka itu mencair,Evil langsung melempar boneka itu dan berlari keluar kamar, menangis.

karena aku gak tegaaa... aku juga berlari mengikuti Evil. aku membujuk Evil agar tak menangis tapi Evil masih sangat takut, aku pun memberinya boneka kelinci baru yang lucu, dia langsung tertawa lagi. 

Namun, ada kejadian aneh setiap malam, yaitu, boneka itu selalu mengetuk jendela kamar Evil, sehingga membuat Evil ketakutan dan aku pun terpaksa membawa Evil ke kamarku, mulai malam itu, Evil selalu tidur bersamakku, kamar Evil yang berantakan dan sangat gelap itu pun ditetapkan kami sebagai 'Kamar Kosong' +Berhantu. 

Mulai Hari itu kejadia aneh terus bermunculan, mulai dari barang-barang berharga yang pecah sampai kami yang terkena musibah akibat boneka itu. Karena kayaknya level Setan boneka Evil sudah tinggi, kami pun menghancurkan kamar Evil, namun saat boneka itu dibakar, boneka itu malah tersenyum kepada yang membakarnya, lalu, langsung melompat menuju wajah siapapun yang ada di dekat situ, saat mengahancurkan kamar Evil, banyak sekali pekerja yang luka-luka, sekitar 7 orang dan yang meninggal sekitar 2 orang. 

Boneka Evil pun merasuki salah satu pekerja dan mengatakan bahwa Evil harus tidur dengan boneka itu, dan tidur di Kamarnya tanpa barang sebuah pun, lantai dan seluruh bagian ruangan harus berwarna hitam dan lampu merah satu di sudut ruangan.

Evil hanya menangis ketakutan, Ya iyalah! dia masih berusia 8 tahun! lalu, Evil hanya meminta maaf kepada boneka itu. namun, boneka itu, tak mau memaafkan Evil, karena kesal, aku hanya menyuruh boneka itu kembali lagi ke tubuhnya, lalu masuk ke dalam kotak kaca, yang di dalamnya sudah penuh dengan ayat ayat Al-Qur'an. saat masuk ke kotak itu selangkah, aku langsung mendorongnya masuk sehingga dia berteriak minta tolong, percuma, aku sudah menguncikannya dan kaca itu aku beli dengan sangat mahal sehingga tidak bisa pecah walau dengan teriakannya yang sangat menyayat hati, dan menulikan telinga. dia langsung terbakar dan berubah menjadi kertas, Hilang, dan kami pun tentram pada akhirnya.

~The End~


Tuesday, April 3, 2012

STORY 19


13 Days After
"Livia! Ayo! cepat, sayang!" Panggil seseorang dengan suara yang lemah lembut, familiar buatku, Mama.
"Iya, Ma... ini aku juga sedang memakai sepatu!" Jawabku.
"Ok, Mama tunggu di Mobil, ya!''
"OK!" Teriakku.

Sekali lagi, menyimpulkan tali sepatuku.. dan.. Ya! selesai, sekali lagi aku berkaca, menatap wajah dan seragamku, rambutku dikuncir setengah, rapi sekali. terjuntai sampai pinggang. Ikat Rambut berwarna Orange, seragam putih-biru yang sangat bagus. ya. Perfect , pikirku.

Tin! Tin! Suara Klakson mobil Mama, mobil kesayangannya,  Aston Martin One-77. dia dapatkan dari 

Daddy, saat ulang tahun perkawinan mereka. Aku pun bergegas menuju lantai dasar. berlari menuju mobil.
"Livia! kamu ini bagaimana, sih? lihat! sudah jam berapa, ini?!"
Aku hanya diam.

Sesampainya di sekolah, aku langsung menuju kelas, aku datang di urutan ke-2. yang pertama adalah Ray, pacarnya Tessa sahabatku.
"Hei, Ray" Sapaku.
"..."
"Sombong banget, sih!" kesalku sambil berjalan cepat, tak kusadari ada air di dekatku, di depan Ray, aku pun terpeleset. AW! Malu Sekali, Ray langsung menangkapku. aku sama sekali tidak bisa sadar diri, dan itu benar-benar Romantic. Dan tanpa disadari, Tessa sudah ada di depanku dan Ray bersama.

"Kalian, sedang apa?"
"ti.. tidakk. Tessa.. kumohon, ini bukan seperti yang kamu bayangkann" selaku sambil Ray melepaskan tangannya dariku.
"Sudahlah, Livia.."
Tessa pun pergi berlari, dan bodohnya aku dan Ray tidak mengejarnya. dia pun menangis dan menceritakan semuanya kepada teman-temanku, sepulangnya dari sekolah, teman-teman menahanku. dan langsung menarik rambutku dengan kasar.
"Hei! bocah genit! tega sekali, kamu mengambil Ray dari Tessa!"
"Teman-teman, ini tidak seperti yang kalian bayangkan!!"
"DIA BOHONG!" Tiba-tiba Tessa muncul.
"Tessa? jadi, kamu yang menyuruh mereka?" jawabku tak percaya.
"YA! dan aku tak akan memaafkanmu, dasar Genit!"
"Jadi.. Tessa, mau kami apakan dia?" Tanya teman-temanku,
"Cekik dan lempar dia ke sudut meja!"
"Baik!"

Seketika itu, Aku sedang di ceking dan tanganku disayat, sakit sekali, dan sangat berpas-pasan, mereka tidak menutup pintu, Ray dan Mama! Mereka melihatku sedang di Bully,

"SESA!!" Teriak Mama panik melihatku sudah berlumuran darah dan membiru.
"Apa yang kalian lakukan? Tessa?" Ray terkejut melihat Tessa.
"Mama..? Ray..? tolong aku.." isakku.

Mama langsung membawaku, dan Ray langsung membantuku. sementara, Tessa dan teman-, kabur.

Aku di Rawat di Rumah Sakit. selama 1 bulan aku dirawat di sana. Mama yang tidak terima atas perlakuan Tessa dan Kawannya, melaporkan ini ke pihak kepolisian dan Sekolah. mereka pun ditahan selama 6 bln karena kekerasan dengan dikeluarkan dari sekolah. sebenarnya, aku tahu, Tessa tidak bermaksud melakukannya, tapi, Mama sangat Tegas. ia tetap tidak ingin membebaskan Tessa dan Kawannya keluar dari penjara walaupun aku yang memohon. Daddy juga sangat Marah kepada mereka setelah mengetahui hal ini dari Mama.

Setelah Sebulan, aku kembali bersekolah seperti biasa, semua orang berkata kalau mereka itu mencemaskanku. aku pun menenangkan mereka dengan berkata bahwa aku baik-baik saja.

Tiba-tiba, saat aku sedang sendirian di Rumah, aku langsung sesak nafas, Mama sangat panik, lalu langsung menelpon Daddy. Daddy pun pulang dan langsung membawaku menuju RS terdekat. di Sana, aku langsung diperiksa dan di Check di Laboratorium. Hasilnya? hanya ibuku yang tahu.

Setelah Mereka,(Dokter, Daddy, and Mama) selesai mengobrol soal penyakitku, Mama pun menyarankan agar aku Home-Schooling saja. tapi, aku menolaknya dan berkata, "Untuk apa?" tapi, mereka tak bisa menjawab. Setelah 10 Hari aku Opname, aku semakin tidak karuan saja, Sekarang, Dadaku benar-benar sakit! Aku merasakan ada sesuatu yang menyumbat paru-paruku, aku pun pingsan, dan langsung dibawa ke RS Internasional, di sana, aku Koma, lalu setelah hari ke 12, aku merasa kalau ajalku sudah dekat dan akhirnya, Mama dan Dokter memberitaukan soal penyakitku, aku terkena Kanker Paru yang sudah Stadium 4! aku sangat terkejut, dan Doker memvonisku, bahwa, sisa hidupku hanya 1X24 Jam Saja! saat itu juga Mama menangis sangat kencang yang melihatku, putrinya sudah tidak berdaya dengan berbagai selang sebagai penyambung hidup melilit jaringan tubuhku. Aku hanya bisa tegar. Waktu menunjukkan puku 22.00, waktuku tinggal 2 jam, dan kurasakan itu, tubuhku bergetar tak karuan, dengan sakit yang luar biasa pada Paru-Paruku, Sesak Nafas kualami, Mama hanya bisa berdoa semoga aku tidak diambil oleh-Nya. namun, apa yang mau dikata apabila takdir menjemputku. tepat pukl 00.01, tepat di Hari ke-14 di Bulan April, Ulang tahunku yang ke 13, Gadtorade  menunjukkan garis lurus.

Saturday, March 31, 2012

STORY 18

He walk out from the class, really look disappointed? Why? because of his score, she got the last Rank! how ashame? but, it's not useful. he know, that she'll got something will hurt himself, yes, her mother-yelling-time.


he isn't want this, so, he decide to go to paranormal place, but, his choice was totally wrong !! You know why? cause that paranormal was a liar ! 
 
OH ! I forgot to tell you who is this boy, okay, his name is Desta, he was 8th grade student. Desta fooled by a charlatanhe was very hurthe was told to buy itit'syou name it! the importance he has lostand the result? is emptyhe did not get anythingfinallyhis mother had scolded him
 for doing polytheism! indeed unfortunate fate of his day. but, he still did not give up, he continued to seek ways, so he can bright, he's cheating, bribing, and do anything that is taboo. 

Because according to her mother she was crazy, she was less aware of her beloved son's behavior. continues, his mother was reported Desta to the nearest mental hospital,but it is too late! Desta has fled!


thenmotherlook helter skelterhe was yelling from the room his son,
"My Son, DestaMother was not going to send to the Mental Hospitalbut, come back!Mother would not be upset if you got the last!"

However, no answer, It was also his mother heard the sound of waterwith little sense offearhis mother went to the bathroomhe saw his son had slashed his neckby whom?and the same timea man immediately hit her with a large wooden.

His mother was unconsciousbut, still awarehe saw a slit throat Desta was a quack!

Shaman turned out to still collect the debt but Desta not want to pay!



his mother, with feelings of anger rise up and beat back the shaman! Shamans were justunconscious, his mother was weeping for the dead Desta, Desta and taken out of the bathroom. the shaman got up, however, her mother was out of the bathroom, so he could not kill immediately.

 the shaman was just preparing a knife to settle out of the bathroom.

Then, out came the witch with a knife.

Then, stab Desta and her mother again. they can't take it anymore, and eventually dying,instantly, the police came immediately caught the Shaman and imprison him for life, thenan ambulance came to help them, they can be saved, and live a normal life as usual.

After 5 years later, his mother and Desta was watching TV and news headlines, when the shaman is to escape and was near the house. they were face to face, terrified.








Friday, March 30, 2012

STORY 17

Nama anak kecil itu Maria Eliza Walton, Wah, bagus sekali, ya? iya, anak itu adalah anak dari Isaac Noveleree dan istrinya Marry Aspinwall. Dia adalah anak yang manis dan bersahaja, dia juga selalu memberikan sebuket bunga kepada seorang yang sedang bersedih di rumahnya, dia juga adalah anak yang boleh dibilang sering membuat suasana di rumah menjadi ceria.

'' Maria sedang mencium bunga Lily itu di Kamarnya ,,  

Dia, Maria, sangat menyukai bunga Lily merah, suatu saat, Ibunya, menemukan Maria sedang mencium bunga Lily itu di Kamarnya.

Saat itulah ibunya tahu, bahwa, Maria sangat menyukai bunga itu, dan membelikan sebuket bunga besar untuk Maria, Ibunya berjalan menyusuri Jalanan kota yang hiruk-pikuknya terdengar dari sisi Kerajaan, menyusuri gang-gang yang penuh dengan pertokoan, ya! itu dia, Giselle Florist! tempat biasanya Ibunya membeli bunga untuk dipajang di Kerajaan, dengan ditemani oleh seorang pembantu, dia membawa sebuket bunga yang sangat indah dan sangat bersahaja, Red Lily. namun, apa yang terjadi? saat Ibunya hendak pulang, Ibunya terkena kecelakaan yang sangat tragis.. Ia tertabrak kereta kuda yang hendak menyebrangi jalan bebatuan, sebenarnya, dia, Ibu Maria sudah berhasil menghindar dari kuda yang sedang mengamuk, tetapi, ia tersandung, dan akhirnya, wajah dan Kepalanya terinjak dan hancur lebur, sama halnya dengan pembantunya.
Mendengar itu, Maria langsung menangis dan berlari keluar kamar mencari ibunya, tak percaya, kalau ibunya tak dapat diselamatkan, Maria pergi menuju kuburan Bangsawan, di sana, ayahnya, Isaac Roosevelt, sedang menangisi kepergian Marry. Wah, sangat menyedihkan, di sana pun sudah ramai akan para bangsawan.

"MAMAAAAAAAA!!!!!!!" teriak Maria.

Spontan saja seluruh hadirin yang sedang berduka membalikkan tubuh mereka dan melihat tajam Maria, Maria tak peduli, yang terpenting, semua orang tahu kalau yang sedang dimakamkan adalah Ibunya.
Setelah beberapa jam berpanas-panasan di kuburan, Maria pun tetap bertahan sementara yang lainnya pulang. di sana, ia di temani oleh ayahnya, menangis tepat di depan makam ibunya.

Dan sesampainya di rumah, ia mengganti baju, sementara, ayah dan para pembantunya membereskan baju dan segala kepunyaan milik Ibunya di Rumahnya yang sangat besar itu untuk dibakar, dia pun berteriak dan berkata, 
"JANGAN!"
"Ada apa, nona kecil Papa yang manis?"
"Jangan, Papa. biarkanlah aku menyimpan satu saja dari seluruh kepunyaan mendiang beliau, aku tentu sangat akan bersedih apabila semua kepunyaannya dibakar tak bersisa..."
"Baiklah, Nona Maria, Semua! carikan Maria barang kesayangan milik Istriku!"

Segera, semua yang sedang bekerja mencari sesuatu yang sangat indah, dan ditemukanlah, satu liontin perak yang berbentuk bintang, isinya adalah foto Maria dengan Ayahnya, Isaac.

dia menangis melihatnya, semua ini, ternyata semua barang yang indah dan berjumlah banyak, tak ada yang berharga, dan ternyata menurut ibunya, yang paling berharga adalah Maria dan Isaac, suaminya.

"Bagaimana, Nona kecilku?"
"Terima Kasih, Papa. ini sudah cukup, biarkan aku menyimpannya.." kata Maria sambil memeluk kecil liontin perak itu, lalu mengalungkannya di lehernya yang mungil.

Sekarang, Maria Sudah dewasa, dia seorang perawat di RS Churchiil'S Kingdom, RS terkenal di Kotanya.

Maria masih saja mengenakan kalung itu, setiap kali ia mengenang ibunya, selalu ia cium kalung yang sangat berharga buatnya. Dia masih saja berharap kalau ibunya masih ada, dia akan berikan bunga Lily yang sangaatt bagus, namun, ya, itu sudah berakhir, sekarang ibunya sudah ada di mana ia tak mengetahui dimana tempatnya. ia hanya bisa berharap kalau Ibunya bahagia melihatnya dengan ayahnya yang sekarang.

Akhirnya, Maria menikah dengan seorang bangsawan yang sangat terkenal akan keramah-tamahannya, dia pun hidup bahagia, dan Ayahnya? tentu sama seperti Maria, hidup bahagia di Istana milik Maria dan suaminya, Thorne.


~The End~

Thursday, March 22, 2012

STORY 16

BAD GURL!
Ceritanya, ada seorang anak bernama Tessa, dia adalah anak yang mungil dan cantik tetapi, dia sangat nakal. dia selalu saja mencoba membunuh adik kandungnya sendiri, namanya Terry, terry masih berumur 5 tahun, tetapi, dia sejak umur 3 tahun ada di RS karena kerusakan pada otak akibat Tessa. dia juga mengakui bahwa tidak ada yang boleh membunuhnya kecuali dia sendiri. Jahat sekali,

Tessa direhabilitasi atas perilaku buruknya, Tessa juga dijatuhi hukuman mati, tetapi, untungnya, tidak jadi karena Tessa sudah diberi perlindungan terhadap anak dibawah umur 7 tahun.

Tessa merasakan bahwa selama ini ada seorang yang jahat menggerakkan tubuhnya untuk mencoba membunuh adiknya sendiri, tapi, para psikolog percaya bahwa ini semua bohong, karena memang Tessa adalah tukang bohong.

Ibu Kandung Tessa, Fairy Kid, mengaku, bahwa ia pernah dipukuli oleh Tessa saat Fairy mencoba menahan Tessa yang sedang marah sekali pada adiknya. Fairy juga memperlihatkan bekas luka akibat pukulan Tessa, namun, berita yang mengejutkan datang, Kalau Tessa mengidap Kanker jaringan lunak. Setelah diberi pengobatan ke seluruh dunia, dengan dokter terbaik, selalu saja gagal, tetapi, Tessa masih punya kesempatan untuk meminta maaf kepada keluarganya khususnya adiknya.

"Tidak, saya akan membunuhnya duluan sebelum saya mati duluan!"

Dia menolak mentah- mentah saran dari beberapa orang Psikolog.

Tessa memang Sombong, dia pun sebenarnya juga sedikit gila.

Akhirnya, ia mati dalam keadaan mengenaskan di Apartementnya sebulan setelah ia mengatakan hal itu, dan adiknya telah keluar dari RS, dengan keadaan yang sedikit memprihatinkan, terutama pada bagian wajahnya.

~The End~



(PERHATIAN!)
INI HANYA FIKSI BELAKA. NAMA, PERISTIWA, dan TEMPAT hanya berdasar khayalan saja, DAN TIDAK BERMAKSUD UNTUK MENYINGGUNG BERBAGAI PIHAK TERTENTU!


(WARNING!)
This Story was just a fiction. NAME,INCIDENT, and PLACE just basicly from the writer Imagination.
AND NO PURPOSE TO HURT ANYONE!

STORY 15

I was feeling like in a horror movie, Paranormal Activity 2! I scary in my house cause my little cousin still crying in 1 hours i thought, cause then i see him like-saw-something. I was really scared by it. it's okay, and i know this is night of friday, i believe he saw something. but, i can expect that easily like that, Ya Allah, my God, please help me and my cousin to stop worried.

I can't get trough this night! what a scary night, i beg nothing impossible, i was really disappointed cause this time i heard my cousin crying, i was sad too. my bad-illusion came. I was thinking of something scary! noo! i hope this diary may help you to pray for me, please, i love you all!

Friday, March 16, 2012

STORY 12

Who do you think you are?
I look at every step i make, so i go ahead, and the stupid things, i choose the wrong ones, say sorry doesn't change anything. I have doing something that i will ever forget, i have ignore that signals. i'm sorry i was too fast to take it.

Once, i have someone i like, just like, then love, then love, and at last he hates me i thought. so i decided to take it back but no one help me, i wanna became at my first time i met him. I wanna became something useful for it. but it was too late, because there is one jerks, is a girl who breaking all off it, i wish she had something happen like me right now, she acting like she know all about me, Who do you think you are? i just know you at this first time same as him.

I just relly disappointed at school! at home too, i don't know, what does my mom meant to do this! she is really an anger woman, or a lovely woman? She said my Daddy is a chameleon!, i tought she same too, she is like an chameleon too! Sometimes she was angry, sometimes she was like an relly-like-angel.

Nothing! i don't care a-bout anyone in my house! in School, everyone said that i was smart? what? repeat it again? Smart? Did it broke your hearts? I feel it like a slander, no one said truth to me. I cannot believing anyone in this world except my God, Allah SWT that always beside me, whwn i was sad, happy, angry. 

In my house there is one Really Suck-Fuck-Jerk-Face-Like Angel. She is always acting good in every season i thought. She is like a pig nose, i relly hate her! i don't want her, i really fed up with all this.

 i-too-force an eager-to-have you. but i still like you, in 10%, not 100%. 

I'm Sorry, I hope you understand who did i say in my story above, I was Thankfully to tell that. 

Saturday, March 10, 2012

CRAZY-SMART CLASS

Gak kerasa, ketemu sama teman-teman 95 tinggal beberapa bulan lagi, kayaknya, baru berapa bulan deh, masuk ke kelas 95. Kelas ini dibimbing oleh seorang guru Bahasa, ciri-cirinya, dia cewek! memakai jilbab dan perhatian banget sama muridnya, namanya Bu Hendarsih. Terus pemimpin Kelas kami yang gak tau minum obat apa sampai bisa sepintar itu, wakilnya   Ehm.. I Cannot comment anything    SORRY. 

Kita punya teman-teman yang sedikit aneh, namun sesuai kata pak Budi As. 'CERDAS'. Sebenarnya, saat pertama masuk di 95, Gak ada yang kukenal kecuali mantan 82. Seharian melongo melihat anak 95. kira-kira, mereka bakal jadi Temanku gak, ya? pikirku. 

Waktu hari pembagian kelas aku gak masuk, aku bingung, mau taruh tas dimana? soalnya aku dateng pertama. aku gak punya teman lain selain yang kukenal. Ketemu Bunda, terus duduk deh sama dia, terus ketemu teman-tem,an yang lain, setelah melewati hari yang melelahkan bersama, aku mulai berpikir, untuk mengganti pikiranku bahwa kelas ini ' Membosaaaannkan ' menjadi ' Sangaaaat menyenangkan '.

Semakin lama, aku merasa betah dan gak ingin keluar dari 95(Tapi kan, gak mungkin.. -_-") Menurutku, 95 juga gak seburuk yang kupikirkan, pertama kali aku lihat keadaan kelas, sunyi. lalu, mulai beberapa minggu, beberapa kejadian yang sangat membuatku senang dan mulai tertarik untuk membangun Chemistry di Kelas 95 ini. ya, dan sampai sekarang tak ada perasaan bosan untuk berada di 95. 

Sampai Maret ini, kita tetap Happy walau sedang dalam keadaan terpuruk, -__-'', menurutku 95 memiliki Potensi yang sangat tinggi. Semua anak-anaknya juga unik dan pintar,      Tentu Saja tidak Pintar dalam semua hal, tetapi, kami memiliki keahlian masing-masing, dan saling melengkapi, sehingga membuat kami kompak. kami pun berbeda dengan kelas lain. Kami punya cara sendiri untuk saling memotivasi. Dari yang  desain almet misalnya, kita melakukan polling warna dengan waktu yang lama, hasilnya pun simpel, gak ribet, tetapi agak mahal. Ya, gak apa-apa deh, yang penting kita bisa mendapatkan Almet yang bagus dan berkualitas. 

Kalau dipikir-pikir, buat nulis kisah 95, perlu buku yang banyak, soalnya kisah 95 itu panjang banget. Nomong-ngomong..Sorry ya, for all 95 students, that i was an annoying girl, that, i cannot be better than before, :c , so Sorry.

Minggu ini, full activity, tapi, 95 teap aja harus jadi yang terbaik. Semoga ntar TO, nilai kita akan jadi yang terbaik, dan semuanya sehat-sehat aja, 'v', jangan sampai ada yang sakit. Ok?

Maaf bila ada kata yang salah, ataupun menyinggung, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! (lho kok nyambung ke pidatooooo??)

    Regards,


   Putri Savira
 (TLON member)

Friday, March 9, 2012

I'm Still Alive.

Udah lama gak Posting membuatku sedikit 'bored' di Rumah, aktivitas sekolah yang menuntutku harus belajar dengan keras, pulang sore, dan naik angkot pun, telah merubah jadwal seharianku, apalagi sekarang, Maret! 1 bulan tuh penuh dengan ULANGAN!
5-9 Maret : Ujian praktik.
12-15 Maret : TUKPD II (Wish me luck!)
16, 19, 20, 21, 22 Maret : UAS
dllll...

tapi, untuk hari ini setelah mengerjakan soal "Detik-Detik Ujian Nasional" Matematika 50 halaman, aku diizinkan untuk Online! Thanks God! tapi, gue berpikir bahwa gue baru pulang dari Planet Pluto yang sudah hilang ditelan Black Hole. aku masih HIDUP! Aku akan tetap memposting Cerita yang menarik! Pray for me, yah? for my Score at National Exam? Allright?

Saturday, March 3, 2012

STORY 10

Hasfiella's Fortune Grapes.
Once upon a time there was a girl named Hasfiella, she had 4 bad sisters. Her sister was, Emily, Emilia, Sasa, and Grace. And her Stepmother is Candella, her Dad is already passed away, cause it, Hasfiella always look for her own fortune, she was always alone with a bonfire, and before you known, she is live outside the house, she is always sleep unwell, cause there is no any soft thing she can sleep at it, she always wish that she can live inside a room once. but it's no use, her Stepmother, Candella, always angry if Hasfiella stands her feet on the House floor at night, same as her 4 sisters. 

Once day, there were a lot of girl came onto her house when Hasfiella brushing the horse. They were beautiful, They are a grandee woman, they spoke france, she said to all of those grandee woman that her four stepsisters aren't in house.

the woman back to road for go home, after it, that women give Hasfiella some grapes, Hasfiella smiled at that Grandees and said "Thank you, Madame!!"
"Yes!"

She Smiled again, and she said in herself, "thanks god, i can eat tonight!"
and who's knows, after eat one of that grapes, she always got 3 fortune, but her family knowing about this and wannna steal that grapes but always ended up with failure, then, one of her stepsisters try to act like Hasfiella when the Grandees are come. 

Yes, she did that, she act like a Maid, then brushing a horse, when the Grandee coming, one of them asking Hasfiella's stepsisters to brush that horse lovely, but who's care? think that stepsisters, she will do anything but this is crazy! to brush that horse! then, with unfaithful feeling, Hasfiella's stepsisters, brush that horse unlovely and made that horse hurt, the grandees still giving her a grapes, but now, a black one, no care, the important one, she could got that special, magic Grapes,! 

The Grapes didn't work as her wish, everytime she eat that, there always 5  bad luck for her, she is give up, then sick, Hasfiella always advising her sister to not did that, but they aren't heard Hasfiella, instead, they were said that Hasfiella is Jealous to them, Hasfiella always said that she wasn't jealous of anything, but it doesn't gave anything, over time, all of Hasfiella's family is dead, then, 3 years after, Hasfiella is living in her Aunt house near the castle.there still one grapes, her aunt beg to Hasfiella that grapes will be giving to her, and Hasfiella was agreed, and gave that little little tiny grapes, the first thing she had to wish in fact, to marry with prince, to be rich forever, and to be a nice woman forever. but now there is no any grapes left, but that wishes are came true when Hasfiella ate the remaining stem of her grapes, Soup that stem. She was happily ever after.

~The End~

STORY 9

My Life is for Living Here.
Matahari bersinar seperti biasa, aku mengambil kameraku, lalu kupotret matahari pagi yang indah ini. tiba-tiba, seorang wanita cantik, umurnya sekitar 45 tahunan, ya, dia adalah mamaku, namanya Swealish, dia baik sekali, menurutku, dialah ibu terbaik di dunia.
"Zas, kalau mau sarapan, berhentilah memotret, lalu turun ya! jangan sampai Sandwich Kornetmu tak enak!"

"Ya, mamaaaa.. mama gak lihat apa? ini matahari yang bagus!!"
"iyaa, mama tahu! tapi kan matahari memang seperti itu..! tak akan berubah, Zasara!"
"...."aku diam.


Mamaku pun turun dengan perasaan tenang, menarik napas, lalu melangkah turun dari kamarku. aku turun dengan Sweater di pundakku. rambutku terurai tebal, warnanya kecokelatan. tubuhku sedikit langsing dengan kulit yang sangat putih! namun, semua itu gak membuatku bangga, aku justru bertanya, mengapa aku berbeda dengan kedua orangtuaku? mereka tak seputih kulitku? apa aku bukan anak mereka? Ah, sudahlah, kita tak boleh berpikir seperti itu! bagaimanapun, mereka sudah menyayangi kita. betul, bukan?

"Zasara! ini! berikan Omelette ini kepada Ayahmu! dia sedang ada di bukit Golf dekat rumah kita bersama teman-temannya,"
"Iya, Ma."

aku pun bergegas menuju Hallovestrine Golf Park. tempat ayahku meluangkan waktu pensiunnya dengan teman sebayanya.

Aku sampai. langsung kutemui ayahku.
"Ayah! ini Omelettemu!" kataku dari kejauhan.
"Iya! letakkan saja!"
"dimana?"
"Di Sana! dekat meja yang ada tas ayah!"
"aku pulang ya, Ayah!"
"Yaaaaaa!!"

Aku pun pulang tak sabar untuk mencoba Sandwichku! Yummy! pasti enak banget! pagi-pagi.......!!
sesampainya di rumah kucari mama. tak kutemukan!
"Mama??"
"...."
"Mamaa??"
"........."
masih tak ada jawaban, akhirnya, kuberanikan diriku untuk mencarinya sendiri, aku takut, ia jatuh dari tangga. benar saja, dia pingsan dekat tangga dengan darah di dekat pelipisnya.

"Mama!"teriakku.

aku bergegas menuju telepon berteriak meminta tolong kepada Om Frans, Ambulance, segalanya. dengan segera, om Frans datang membawa sebuah kain basah. dia pikir ada kebakaran, namun, setelah melihat mama yang terbujur lemas dekat tangga, segera ia angkat mama, lalu pergi ke mobilnya, aku ikut, aku langsung kunci rumah. aku tidak memikirkan ayahku yang sedang bersenang-senang bermain Golf. Yang penting mama baik-baik saja.

5 menit menuju Rumah Sakit dekat rumahku saja sudah membuat mama kehabisan darah. aku bodoh sekali meninggalkan mama tadi! puikirku.

Eh! Aku ingat! aku harus segera pergi menuju Sekolah karena ada seorang temanku berulang tahun! aku sudah janjian. tapi, nanti mama sama siapa? ya sudahlah, lebih baik aku tinggal saja di sini, temani saja mama.

temanku menelponku, segera kuangkat.

"Zasa! kamu kemana sih!!!!"
"Sorry, Sesa, gue mesti jagain mama gue yang lagi sakit,"
"okd, semoga mama lo cepet sembuh ya..!"
"Ia.. Thanks ya, Sa."

esoknya, aku harus sudah bersekolah, aku berangkat tanpa mama. biasanya, aku disiapkan masakan yang lezat untuk berangkat, tetapi sekarang tidak.

Sesampainya di Sekolah, aku berpasan dengan Desta, cowok yang sama sekali gak aku ingin lihat pagi ini. dia anak tertampan di sekolahku. Aku bilang sih, dia biasa aja. kata orang dia itu Playboy, Iya sih! gak diomongin juga dia itu Playboy! gayanya selangit!
Setiap ketemu sama aku, pasti dia menutupi mulutnya dengan sweater yang melingkar di lehernya.
"Selamat pagi, Zasara Sessiana Desta!"
Hah? kayaknya namaku gak ada 'Desta'-nya deh!
"Zasara Sessiana, aja!"
"Hah? bukannya kita udah jadian, ya?"
"Belum! Dasar Playboy!! dan gak akan pernah! pergi sana!" kataku sambil menghentakkan kaki keluar dari area milik Desta sekarang.
"Zasara! Kamu Cantik banget deh! aku jadi suka sama kamu!"
aku berhenti berjalan.
"Beneran!"
aku tak peduli, dasar Playboy Kalengan! pikirku.

di kelas berita Desta nembak aku sudah menyebar kayak virus!
"Zas! lu udah jadian sama Desta, ya?"
"Enak banget sih!"
"eh, ntar kenalin gue ke Desta yaaaa!!"
"Pajak Jadiannya, dong!"
dan sebagainya terlontar dari bibir teman-teman saat aku sampai di tempat dudukku.

"Gak!! gue kasitahu yah, sama kalian semua! gue itu, gak suka sama Desta!! dan gak akan jadi pacarnya!"
teriakku.
"Masa' sih? gak terpengaruh dengan ketampanan Desta?"
"Gak! ketampanan gak bisa beli apapun!" teriakku.

aku sebenarnya gak bisa marah, tetapi teman-temanku sudah kelewatan! mereka mengejekku! ya sudah, kalau mau pacaran sama Desta, pacaran aja, sana!

tiba-tiba, suara dari mikrofon petugas piket berbunyi, Perhatian, perhatian! Siswi yang bernama Zasara Sessiana dari kelas XII RSBI 1, harap segera turun menuju ruang Kepala sekolah, karena ada hal penting yang perlu disampaikan, terima kasih!. Namaku dipanggil, aku tak peduli, aku langsung saja menuju Ruang kepala Sekolah, di sana, sudah menunggu Ayahku yang sedang menangis bersama Pak Rudolph, Kepala sekolahku.
"Maaf, saya Zasara Sessiana,"
"Oh, nak Zasara, silahkan duduk," kata pak KepSek.
"Berhubung dengan masalah keluarga, saya turut berduka cita atas meninggalnya..." belum selesai beliau berkata, aku sudah memotongnya.
"Siaappa? Si.. Sii.. apa yang meninggal, pak Rudolph?"
"Maaf, nak, ibumu telah dipanggil oleh tuhan, semoga arwahnya tenang di sana,"

Seketika, aku diam kaku seperti patung. aku tak percaya, apa secepat ini mama meninggalkanku setelah matahari yang tebit begitu indah? Aku pingsan. ayah langsung menangkapku, begitu pula Pak Rudolph. ayah masih terisak dalam tangisnya.
Wanita Menangis"Ma..Mama?"
"Iya, sayang, mama sudah pergi meninggalkan kita,"
"TIDAKKKKK!!! kembalikan semuanya!!" teriakku histeris.
"Tenanglah! tenanglah, nak Zasara! jangan berbuat demikian! ibumu tentu akan sedih kalau mengetahui ini!" tegur pak Rudolph.
"Kenapa? kenapa secepat ini?"
"Saya juga akan memberikan Beasiswa yang sangat besar untukmu, jangan bersedih lagi, ya?"

aku mencoba berdiri, namun sesak rasanya, aku ingin uang ini kupakai untuk mamaku yang sedang ada di RS seharusnya! tetapi, malah pergi meninggalkan kami duluan, aku sesak sekali. aku mencoba tersenyum, tapi tak bisa, kukuatkan, aku tersenyum, pura-pura merelakan mama, tapi, sebenarnya tak bisa, kubisakan. aku pun tersenyum dengan terpaksa, Ayah juga mengatakan kepada Kepala Sekolahku, kalau aku harus langsung pindah ke desa! aku pun gak percaya, tapi, aku terpaksa meninggalkan kota kelahiranku dan pindah ke rumah nenek. Selamat tinggal, Messy, Sesa. teman baru yang kuanggap sebagai boneka emasku. dan selamat tinggal, Destaputra Haya, pangeran yang tak pernah ada!

Monday, February 20, 2012

STORY 8

aku kelas 9 SMP, Namaku Anditha, aku punya 2 saudara yang sangat berbakat, kedua orangtua yang pintar, tetapi, aku mau tanya.. kenapa aku tak seperi mereka? aku bodoh, mereka pintar, aku juga kesal, mengapa kakakku, Ishana, bisa bermain piano, sementara, aku tidak? I think, i was cursed by Allah Swt,  aku gak habis pikir kenapa bisa kayak gini, aku jalanin aja kehidupan normalku, awalnya, kuanggap biasa saja masuk sekolah di Jakarta, tetapi, aku SALAH!, aku menyesal sudah membuat kecewa orangtuaku, dengan hasil Try out yang kumiliki, jauh dari harapanku, rata-rataku hanya 7! aku sudah mulai gila, lalu, aku mulai bermain piano, namun, juga tak terbiasa, jadi aku gak bisa main piano, lalu, mulailah aku stress, lalu buat cerita tentang ini, di halaman blog, aku tidak peduli, aku sudah bosan juga menyukainya, ya, namanya Mark, dia jahat sekali padaku, lalu cewek sekelas yang jahat padaku, namanya Annie, ditambah lagi krismon yang dihadapi keluargaku sekarang, kalau saja aku tidak beriman, mungkin aku sudah gila, setiap aku ingin beruntung, malah kesialan yang aku dapatkan, aku dipanggil oleh temanku Diths.
"Diths! lo udah datang pagi-pagi kayak gini, tumben!" kata Katy, teman dekatku.
" iya, nih, Kat, aku lagi bingung, aku seperti orang yang gak waras deh, sekarang, terkadang, aku senang, terkadang tidak!"
"Jangan-jangan, lo gila beneran..?"
"Insyaallah, Gak!"
"Iya, ya.."
Kriiiiiiiiingggggg!!! bel berbunyi.
"Eh, masuk, yuk!" ajakku.
"iya.." katanya.

Pelajaran pertama, pkn. jantungku berdebar kencang, kupikir, aku sedang mimpi, dan sangaat sakit rasanya, lalu pandanganku mulai kabur, dan pingsan, di dalam mimpi, aku berjalan melewati sebuah sungai jernih berwarna merah, dengan jembatan berwarna abu-abu, di jembatan itu, aku lihat seorang ibu-ibu berwarna putih kulitnya dengan raut wajah yang sedih sedang memeluk boneka manusia -- boneka yang seperti manusia, Boneka Chaki.

aku hampiri wanita itu, namun, anehnya tanpa rasa takut, lalu, aku bertanya padanya, "apa yang anda lakukan, nanti, anda bisa jatuh ke kolam darah ini,"
dia langsung berbalik kepadaku dengan tatapan mengerikan, dan menjawab pertanyaanku.
"Kau tahu, soal kolam darah ini?"
"aku, aku tidak tahu, tapi, karena warnanya merah, aku sebut saja kolam darah"
"Kau tepat untuk menggantikan anakku," sambil memeluk boneka itu erat dan menciumnya
Aku pun mulai takut, akhirnya, kutinggalkan saja wanita itu, tapi, dia mengejarku, aku pun teriak dan berlari kencang, wanita itu berteriak,
"heiiiiiiiiiiiii.......... jangan tinggalkan aku!!!!!!!!!!!"
"Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!"
"tahu tidak, itu adalah darah orang-orang bodoh yang ingin menemaniku, hiiihihihihihi...!!!"
"Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!"

Aku terjatuh, saat itu, aku bangun dari komaku, di situ, sudah berdiri orangtua dan teman-temanku, mereka menangis, lalu mengatakan kalau aku sebenarnya sudah lebih dari 10 minggu tidak bangun-bangun.
Hah? 10 minggu? AKU TIDAK PERCAYA!, tapi, kuiyakan saja.

esoknya, aku sudah boleh sekolah, anehnya saat pulang, di pertigaan jalan, aku lihat wanita seperti itu lagi, dia juga seperti yang ada di dalam tidurku, memeluk boneka chaki. dia bertanya-tanya padaku, namun, aku diam saja, saat itu dia tiba-tiba memelukku, lalu mengeluarkan pisau. aku sangat takut, tak ada yang bersamaku saat itu, namun Presa, teman cowokku, menolongku, lalu berkata,"Kau kenal dengan wanita itu?"
"Tidak!"
"lalu, kamu tahu siapa dia?"
"Siapa?"
"dia adalah pembunuh berantai yang sedang digosipkan saat ini! jangan pernah kamu pulang sendiri, kalaupun pulang telat, minta jemput! dia sangat berbahaya! Lihat, dia mencarimu, cepat pulang sana!"
"Kau bagaimana?"
"sudah! aku tinggal belok, dan sampai! sudah sana!"

aku pun mengikuti perintah Presa, aku pun pulang, esoknya aku lebih cepat pulang, dan aku selalu dijemput, namun kabar yang gak bisa dipercaya, Presa meninggal di dekat sekolah tanpa kepala! aku sangat terkejut, dan aku lupa untuk mengikuti saran Presa, di jalan aku bertemu lagi dengan wanita itu, dia memeluk boneka dengan kepala Presa! aku sangat takut, aku pun lari, tapi dengan keadaan terdesak aku tusuk saja wanita itu, dia menghilang, aku tahu, dia adalah arwah seorang ibu yang meninggal karena anaknya dipenggal di dekat sekolahku! semenjak itu, sekolahku aman, dan tentram.

~The End~

Saturday, February 18, 2012

STORY 7

I'm Minor
Semua berjalan seperti biasa. Melly sudah berangkat sejak pagi, untuk bersekolah, Melly adalah seorang Tunanetra, ketidakmampuan melihat ini dimilikinya sejak umur 8 tahun, saat kecelakaan merenggut kebahagiaan anak ini. Melly mendapati kecelakaan yang tak terduga, ia tertabrak sebuah Mobil truk yang melaju dengan kecepatan tinggi, alhasil, dirinya terserempet di bagian mata, dan terjatuh berdarah, untung saja dia hanya terserempet, karena, ada seorang wanita yang menyelamatkannya.

Melly sejak kecil sudah berbakat bermain piano. ya, karena kecelakaan itu pula yang merenggut bakatnya.

Melly sedang menuju rumah sekarang, dia sudah berumur 14 tahun, 6 tahun tanpa penglihatan! dia seorang yang kaya, tetapi, saat pulang atau pun pergi ke sekolah, Melly bersikukuh untuk berjalan kaki. dia sudah Hapal jalan menuju sekolah maupun pulang Sekolah. Melly mampir dulu ke warung ibu Sriwulan, langganan ibunya, tukang Lontong Sayur kesukaan Melly sejak kecil, "Assalamualaikum, Bu.." panggil Melly. "Eh, ada non Melly, Kenapa? mau Lontong, tidak?" tawar bu Sri. "tidak usah, bu.. tetapi, apabila saya boleh meminta, bisakah ibu ambilkan segelas air untukku?"
"Tentu, non Melly,"
"terima kasih ya, Bu..."
"Sama-sama, Non Melly, apakah non Melly sudah mau pulang?"
"Iya"
"kalau begitu, ibu antar, ya?"
"tidak usah, bu, saya bisa sendiri, kok" tolak Melly.
"Ya sudah kalau begitu, tapi, hati-hati ya, nak"
"Iya, Bu."

Melly pun keluar dari warung bu Sri. menuju rumah, sesampainya di Rumah, Melly langsung berganti baju, lalu solat, setelah itu, dia menuju ruang musik dan menghampiri sebuah piano, miliknya, saat itu, dia memainkan lagu 'Le Cou Cou' sebagai pelampiasan perasaannya saat ini. saat sudah selesai memainkannya, dia menangis, dia sangat sedih akan keadaannya saat ini, tiba-tiba, ibunya datang, dan sedang melihat putri sematawayangnya itu menangis.

Dihampirinya Melly, lalu memeluknya.

"Melly, jangan sedih ya, mama gak malu kok punya anak yang gak bisa melihat, mama justru bangga, karena kamu bisa main piano tanpa melihat.."
"Ya, mama, maafin Melly ya, gak bisa berikan mama sesuatu yang indah dan berharga,"
"Iya, Sayang coba mainkan 1 lagu lagi untuk mama.. bisa, kan?"
"Iya, Ma"

Melly pun mulai mengusap air matanya lalu bermain dengan senang hati, mama Melly pun menangis terharu mendengar permainan piano Melly.

Sejak saat itu, Melly pede dengan kekurangannya, begitupun Ibunya yang selalu mendukung Melly dimana pun Melly bermain piano, kapanpun.

Friday, February 17, 2012

Biography

Greyson Chance
Greyson Chance: 
"Hold On 'Til the night"


Greyson Chance was born in 16th August 1997, At just 14 years-old, Greyson Chance has accomplished more than many musicians can hope for in their careers; two successful North American tours, performing at the White House, national television appearances on “Good Morning America,” “The Ellen DeGeneres Show,” “Late Night with Jimmy Fallon,” “CBS Early Show,” and, most recently, the release of his debut album Hold On ‘Til The Night fromeleveneleven/Maverick/Streamline/Geffen
Much of Chance’s celebrity began with a fortuitous YouTube post of a performance by the stage-ready 6thgrader for his fellow students of Lady Gaga’s “Paparazzi,” but the whirlwind of expsoure and international opportunities that ensued for this Edmond, Oklahoma native have been such that can only be earned by his sheer talent: “Chance’s gripping falsetto and seasoned vocal style bellie his age…” (US Weekly).
Now, with a critically-acclaimed debut album, which boasts a debut single “Waiting Outside the Lines,” that sold over 160 thousand copies to date and was the #1 physical single in the country for four straight weeks; topping media lists for young talent to keep an eye on; and a recent stint acting on the hit primetime FOX Television show Raising Hope, which he hopes to parlay into exploring acting further, Chance has become a household name.
The now infamous performance of “Paparazzi” in April 2010 went on to become YouTube’s #3 most popular video of 2010 and has received nearly 45 million views to date. Catching the eye of a producer at “The Ellen DeGeneres Show,”  led to Chance’s first guest appearance and a fateful return a week later, where DeGeneres announced that she had signed Greyson as the first artist on her newly formed label, eleveneleven.  The rest – as they say – is history.  Chance has now appeared on “Ellen” eight times, which includes debuts of his singles “Waiting Outside the Lines” and “Unfriend You;” toured North America with fellow teens iCarly’s Miranda Cosgrove, pop star Cody Simpson and Big Time Rush; and most recently, performed for the Campaign for Human Rights with President Obama in attendance in November and atVariety’s Power of Youth benefit.  Chance will be honored in Pop Star Magazine’s ’12 in 12’ issue in January 2012.
Of his live performance, The Washington Post says “catching Chance [perform] at this stage in his career is akin to watching a thoroughbred of impeccable breeding gallop as a yearling. He doesn’t have his legs under him yet, and stumbles are possible, but the raw materials are such that it’s hard to bet against him running with the big boys in a few years.”
“Without Ellen, none of this would have happened. She's been so supportive of me and my music from the very beginning, and has also become an amazing friend!” says Chance.
The release of his debut Hold On ‘Til The Night was recorded in Los Angeles with famed producers such as The Matrix (Christina Aguilera, Avril Lavigne, Jason Mraz, Britney Spears) and Billy Steinberg (Enrique Iglesias, Katherine McPhee, Miranda Cosgrove).  Unlike many teen artists, Chance took on much of the writing:  "Writing and recording this album has been such a fun and exciting journey!” said Chance. “I've put so much hard work into it and I am so glad to have music out there for my fans. It's about overcoming fears but always powering through, and I think it's a message my fans really relate to.”  Entertainment Weekly says, “Chance reveals a surprisingly mature voice.”
The album, which Rolling Stone magazine called a “potential blockbuster of a debut,” not only showcases Chance’s talents as a songwriter, vocalist and piano player but also his wide range of influences.  From the empowerment ballad “Waiting Outside the Lines” to the light-hearted up tempo “Little London Girl,” Hold On ‘Til The Night takes the listener on a journey of teenage love and heartbreak complete with undeniably catchy hooks and Chance’s signature powerful vocals.
 “This prodigy makes an impressive debut that owes as much to Coldplay as Bieber,” said People Magazine.
Looking forward to more exciting projects for fans in 2012, Chance  is currently in the studio working on writing and recording more music and plans to make more television appearances.
For more information on Greyson visit www.greyson-official.com.

Biography

Zhen Wei Wang
Zhen Wei Wang:
"The Karate Kid"
About Zhenwei Wang
Zhenwei Wang was born on October 20, 1995, the youngest child of ChaoGuo Wang. His family was originally from HandanQiuxianHebei, China, but his father brought him to Beijing in order for him to receive a better education. At the age of four and a half, his father sent him to the Beijing Shenshahai/Beijing Shichahai Amateur Sports School, as he was "weak and sickly," according to his father. Zhenwei was highly focused during practice sessions. At his young age, he did not complain of being tired even after hours of practice. After years of hard work and effort, Zhenwei gained high praise from the wushu industry with his determination and firm martial arts foundation. Zhenwei received many awards in national competitions at a young age. He was awarded two gold medals in the Beijing Youth Wushu Competition. After training in the Beijing Shenshahai/Beijing Shichahai Amateur Sports School for three and a half years, his father sent him to the Haidian Gymnasium and he began learning the national wushu routines. Two years later, when Zhenwei was 10, he came in first out of 57 excellent competitors when the national wushu team was searching for new members, and he successfully entered the national wushu B-Mannschaft.


Career


The Karate Kid (2010)

In July 2009, The Karate Kid began looking for casts. The filming dictated that a teenage martial artist be selected. The vice-director of the filming team and Jackie Chan's assistant started the auditions within China's martial arts schools. At the Beijing Film Academy, approximately ten thousand selected contestants participated in the audition. The selection was extremely strict: English fluency, wushu skills, physical appearance, acting facial expressions, and even control over eye expressions were tested. After 3 months of auditions, Zhenwei overcame all difficulties and successfully became the actor who would portray Cheng in The Karate Kid. During filming, Zhenwei suffered a head injury requiring four stitches. He received it while chasing Jaden Smith (playing Dre Parker) after being splashed by the dirty water; Zhenwei hit his head on an oil pail. In addition, he received other minor injuries.

Follow Twitter: @Zhenwei_wang

STORY 6

LOVE LETTER
Love Letter
Semua berawal dari Love Letter, ya, Surat cinta. aku menulis surat yang sama sekali belum pernah kubuat. tentu saja untuk orang yang kusukai, namanya, Kid, dia gak cakep banget, atau bagus sebagaimanapun, aku gak peduli, tapi, dia orang yang aku sukai, aku juga gak tahu, kenapa aku bisa suka sama dia, tapi, ya, sudahlah, cinta kan gak memandang apa-apa.. namaku Ruri, kelas IX SMP. Kid menurutku emang gak putih-putih banget, cuma, dia juga gak hitam-hitam amat, dia juga gak pintar, dan gak bodoh, tapi, yang jelas aku suka sama dia.

aku tulis surat cinta ini, untuk Kid, kid punya nama lengkap, Kid Tisyo, mamanya orang Amerika, papanya orang Jawa. Hahaha, gak lucu sih, cuma, aneh aja. Lihat! itu Kid! aku harus segera berikan surat ini lewat lokernya sebelum dia sampai!! pikirku, dan benar saja, aku berikan di Lokernya. sesudah itu, aku lari ke belakang tiang sekolah, mengintip, dan dia datang! dia membuka lokernya mengambil sebuah surat, suratku! lalu, dia lihat sepintas dan tertawa kecil! lucu sekali! dia bawa suratku, lalu diberikan kepada kucing peliharaan sekolah kami, Azis, Kok dikasih ke kucing, sih? pikirku.

Sesampainya di kelas, aku cemberut, kesal. Karena di sekolahku, teman sebangkuku bersikap keibuan, kupanggil ia 'Bunda', "Bunda, Kid, malah ngasih Love letter yg aku buat ke kucing, kan gak lucu banget kalau kucing yang baca!" teriakku. Seisi kelas menatapku, aku tak peduli, lalu Bunda menjawabku, "Yah, kasihan, Kid gak tau sih perasaan kamu sebenarnya! apa dia terlalu santai? kalau aku, Fizi, menjawab Suratku, menyetujuiku sebagai Girlfriendnya!!!!" Teriak Bunda pula, tiba-tiba, Fizi datang, katanya, dia ingin bicara dengan Bunda, "Freskita, Gue mau ngobrol, keluar, yuk!" ajak Fizi, aku menatap Bunda, dalam hatiku aku iri.

Kid datang dengan seorang cewek di sebelahnya, panggil aja Fren, Fren katanya manis, kuat, dan pintar, tapi, dia Playgirl gak laku. aku benci sama Fren, yang udah mengambil Kid, padahal, dia kan gak suka sama Kid, ngapain mereka berdua-duaan? aku pikir, Kid juga tidak suka cewek yang genit, ternyata, aku salah, aku langsung Illfeel sama Kid, tapi, belum berarti, aku gak suka lagi sama Kid.

"Kid! Lo udah selesai tugas Bahasa Inggris? Kalau sudah, lihat, dong!" Kata Fren.
"Hahh? kenapa? iya, gue udah selesai, mau lihat kan, yaudah, Fren, ambil aja, ya, di tas gue!" Jawab Kid.
"Makasih!!" tampil senyum pepsodentnya si Fren! BT! sok imut!

Fren menghampiri tas Kid, aku kesal, aku lempar saja kecoak di tangannya, di teriak!
"AKKKKHHHHH!!! kecoak, kecoak!!!!! MAMAAAA!!!" teriaknya.
dia lalu mulai menangis, lalu datang deh, si Kid, lalu dia nanya sama si sok imut itu, Fren.
"Freenn? kenapa?" sambil memegang pundak Fren.
"Huaaaa!!!! siapa yang lempar kecoak ke tanganku sih, Kid???" Tangisnya menjadi.
"Heh!! kalian semua!! siapa yang udah ngelempar kecoak ini? NGAKU!" bentak Kid.
Wah! Kid benar-benar suka nih sama Fren. "GUE!" ucapku. "RURI!" Tampar Kid melayang ke pipi halusku. PLAK!

Aku bengong kira-kira 3 menit, lalu kutampar balik Kid, dengan berat 25 kg, merah banget pipinya Kid,!!
"HEH! Kunyuk, masalah buat lo? ngapain lo sok-sok peduli sama si Fren itu? emang dia siapa Lo? dan gue kasih tahu lo, ya! gak usah pake' nampar gue! Sakit, bego!" Judesku.
"Heh, Monster! lo tuh, yang gak jelas! si Fren kan cuman mau ngambil LKS gue, kenapa lo yang marah, lo juga, ngapain ngirim surat cinta ke loker gue???!" Bentak Kid balik.
sial! nih orang ngomongin surat cinta! semuanya melihatku, aku malu, lalu, kujawab saja, "Hah? surat cinta, emang gue yang ngirim, emang kenapa? gak suka, KASIH AJA TUH, KE KUCING!"

Aku berlari keluar kelas, menuju kamar mandi, lalu kubasahi wajahku, terutama yang merah akibat tamparan Kid.

Wajahku bengkak, begitu pula dengan Kid. kami sama-sama izin sekolah karena sakit, aku pun dirawat di RS, parah banget deh! ini sekarang, pipiku bengkak dan aku gak bisa masuk sekolah.

1 bulan kemudian, aku sudah bisa ke sekolah lagi. Kid Juga. dan akhirnya, Kid pacaran sama Fren, dan aku sendiri, membusuk dengan surat cinta yang aku tulis, sendiri.